Borneo FC Samarinda berhasil meraih kemenangan telak 5-1 saat menjamu PSBS Biak dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu, 11 April 2026, ini menjadi krusial dalam perebutan posisi teratas.
Hasil impresif ini membawa Borneo FC semakin mendekat ke puncak klasemen, kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak sementara, Persib Bandung. Kemenangan ini sekaligus memberikan tekanan kuat kepada rival-rivalnya di papan atas, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pertandingan baru berjalan 13 menit, Borneo FC sudah dihadapkan pada ujian berat ketika bek andalan mereka, Cleyton, mengalami cedera serius dan harus ditarik keluar. Pelatih Fabio Lefundes dengan cepat merespons situasi ini dengan memasukkan Komang Teguh untuk memperkuat lini pertahanan.
Meskipun sempat terganggu oleh pergantian pemain dini, Borneo FC tetap tampil dominan dalam melancarkan serangan. Inisiatif serangan yang dimotori oleh Juan Villa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-29. Gol pembuka dicetak oleh Mariano Peralta setelah menerima umpan terobosan akurat dari Koldo Obieta, membuat kiper Dimas Galih Pratama tak berdaya.
Namun, keunggulan Borneo FC tidak bertahan lama. Lima menit berselang, PSBS Biak berhasil menyamakan kedudukan melalui Mohcine Hassan Nader. Tendangan jarak jauh yang dilepaskan Nader tidak mampu dijangkau oleh kiper Nadeo Argawinata, mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Dominasi dan Brace Mariano Peralta
Kebangkitan tim tamu hanya berlangsung singkat, karena Borneo FC segera kembali menunjukkan dominasinya. Pada menit ke-38, Mariano Peralta kembali mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Meskipun sempat ada indikasi offside dan wasit Aprisman Aranda berkonsultasi, gol tersebut akhirnya disahkan.
Gol kedua dari Peralta ini memastikan Borneo FC kembali unggul dan menutup babak pertama dengan skor 2-1. Keunggulan ini memberikan kepercayaan diri lebih bagi skuad Pesut Etam untuk menghadapi paruh kedua pertandingan, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Pelatih PSBS, Marian Mihail, mengakui bahwa pertandingan berjalan menarik meskipun hasilnya tidak berpihak pada timnya. Ia menilai anak asuhnya sempat memberikan perlawanan yang cukup seimbang di beberapa fase laga.
"Saya rasa bagi semua orang ini adalah pertandingan yang bagus meskipun hasilnya tidak berpihak pada kami dan terasa sangat berat," ujar Mihail seusai pertandingan, seperti diberitakan Bola.com. "Namun, kami memiliki momen-momen yang baik, kami bermain bagus di beberapa periode dan kami mampu mengimbangi level lawan," sambung pelatih asal Rumania tersebut.
Pesta Gol Babak Kedua dan Pengukuhan Kemenangan
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Borneo FC semakin tak terbendung. Pada menit ke-65, Juan Villa berhasil memperlebar jarak skor setelah melakukan penyelesaian akhir yang dingin, merobek jala gawang PSBS Biak. Gol ini semakin memantapkan keunggulan Borneo FC.
Hanya berselang tiga menit, mental pemain PSBS Biak kian runtuh di bawah tekanan serangan bertubi-tubi Borneo FC. Gelandang asal Argentina, Marcos Astina, turut mencatatkan namanya di papan skor melalui skema serangan cepat, memaksa Dimas Galih memungut bola untuk keempat kalinya.
Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh Komang Teguh pada menit ke-88. Pemain yang masuk sebagai pengganti Cleyton ini membuktikan kapasitasnya dengan ikut menyumbang gol, sekaligus memastikan kemenangan mutlak 5-1 bagi tim asal Samarinda tersebut.
Implikasi Hasil: Persaingan Puncak dan Zona Merah
Kemenangan telak 5-1 ini sangat krusial bagi Borneo FC dalam misi mereka merebut trofi juara BRI Super League. Koleksi 60 poin yang mereka miliki kini menempel ketat Persib Bandung yang berada di posisi puncak dengan 61 poin. Ini membuat persaingan di papan atas semakin ketat dan menarik untuk diikuti hingga akhir musim.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi awan mendung bagi PSBS Biak. Tim asal Papua tersebut semakin terbenam di dasar klasemen dengan torehan 18 poin. Hasil ini memperberat langkah mereka untuk keluar dari zona merah degradasi di sisa musim, menuntut upaya ekstra keras dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.