Klub Bournemouth sukses menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1 di Vitality Stadium pada laga penutup musim yang berjalan dengan tensi tinggi. Hasil pertandingan kompetisi Liga Inggris tersebut dilansir dari Bola.
Gol pembuka keunggulan dicetak oleh Junior Kroupi pada menit ke-39 untuk Bournemouth. Namun, Erling Haaland berhasil menyamakan kedudukan bagi Manchester City pada menit ke-90+5 yang memastikan hasil imbang bagi kedua tim.
Skor ini menjadi pencapaian bersejarah bagi The Cherries karena mereka tetap memiliki peluang untuk merebut tiket kualifikasi Liga Champions pada pekan terakhir. Manajer Bournemouth, Andoni Iraola, memberikan tanggapan mengenai pencapaian yang melampaui ekspektasi awal musim ini.
"Di awal musim, Anda tidak membayangkan ini semua," ujarnya kepada Sky Sports.
Iraola menyatakan bahwa kepuasan terhadap performa serta mentalitas para pemainnya tidak berkurang sedikit pun akibat hasil imbang tersebut. Bournemouth dinilai tampil menyerang dan sempat mendapatkan peluang matang untuk menambah keunggulan sepanjang jalannya laga.
"Ini sungguh luar biasa, dan kami punya kesempatan untuk bersaing memperebutkan tiket Liga Champions di laga terakhir. Kami benar-benar layak mendapatkannya, terutama melihat cara kami bermain malam ini," kata Iraola.
Menurut sang manajer, jalannya pertandingan tersebut merefleksikan identitas asli dari Bournemouth. Ia juga mendedikasikan momen ini kepada seluruh jajaran klub, pemain, staf, hingga para suporter yang terus memberikan dukungan penuh.
"Iya saya sangat menikmati cara kami bermain dan mentalitas yang kami tunjukkan," tutur Iraola.
Iraola menambahkan bahwa timnya sangat ingin mengamankan kemenangan dan memiliki momentum bagus untuk mencetak gol kedua. Evaluasi performa tetap berjalan positif meski mereka harus puas berbagi satu poin dengan tim tamu.
"Kami punya peluang bagus untuk mencetak gol kedua dan kami memang ingin menang, tapi saya tetap sangat menikmatinya," kata Iraola.
Penghormatan tinggi juga diberikan oleh manajer asal Spanyol tersebut kepada manajer lawan, Pep Guardiola, serta skuad Manchester City. Tim tamu dinilai tetap tampil dengan kualitas luar biasa walau berada dalam kondisi kelelahan fisik.
"Malam ini adalah cerminan terbaik dari klub ini," tutur Iraola.
Jadwal padat Manchester City yang baru saja bermain tiga hari sebelumnya di partai final menjadi salah satu faktor kelelahan tersebut. Keberhasilan menyulitkan tim sekelas City membuat pencapaian Bournemouth pada malam itu terasa semakin berkesan.
"Iya saya sangat bahagia untuk klub, para pemain, para pendukung, dan seluruh staf. Ini cara terbaik untuk menutup musim dengan sesuatu yang nyata, saya tidak bisa meminta lebih," ucap Iraola.
Konsistensi dan soliditas yang ditunjukkan oleh skuad Bournemouth sepanjang kompetisi bergulir dinilai menjadi fondasi utama kesuksesan klub. Fokus utama Iraola saat ini adalah terus mendorong performa tim tanpa memikirkan spekulasi masa depannya.
"Pep adalah yang terbaik dari yang terbaik, ia telah memenangi segalanya," ujar Iraola.
Bournemouth kini menyisakan satu pertandingan pamungkas dengan target mengamankan posisi empat besar klasemen. Peluang menuju kompetisi Eropa masih terbuka lebar bagi tim asuhan Iraola tersebut.
"Ini laga yang sulit bagi mereka karena bermain tiga hari lalu dengan tekanan seperti partai final. Kami membuat mereka kesulitan dan mereka jelas kelelahan, tapi mereka tetap punya kualitas luar biasa," kata Iraola.
Iraola menegaskan ambisinya untuk memaksimalkan seluruh sisa peluang yang ada di sisa musim. Skuad The Cherries setidaknya telah mengamankan tempat untuk berkompetisi di Liga Europa musim depan.
"Itu membuat malam ini terasa semakin istimewa, ketika Anda bermain seperti ini melawan lawan yang begitu tangguh," tambahnya.
Mengenai kelanjutan karier dan spekulasi kontrak ke depan, Iraola menegaskan sikap santai dan tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Prioritas utamanya adalah menyelesaikan kompetisi musim ini dengan hasil terbaik.
"Kami punya kelompok pemain yang spesial, mereka konsisten dan selalu ada untuk tim," kata Iraola.
Manajer Bournemouth tersebut memilih untuk menikmati momen perayaan bersama tim saat ini. Langkah strategis berikutnya baru akan dibahas setelah seluruh rangkaian pertandingan musim ini selesai.
"Sekarang, saya tidak memikirkan soal masa depan saya. Saya hanya ingin merayakan dan terus mendorong," ujar Iraola.
Pertandingan terakhir nanti akan menjadi penentu apakah Bournemouth mampu menciptakan sejarah baru dengan lolos ke Liga Champions. Seluruh elemen klub kini bersiap menghadapi laga krusial tersebut.
"Kami masih punya Liga Europa, jadi mari maksimalkan peluang kami. Bisakah kami meraih satu tiket terakhir Liga Champions?" kata Iraola.
Pihak manajemen klub dan Iraola sepakat untuk tetap menjaga fokus penuh pada internal tim. Rencana transfer atau kepindahan sang manajer belum menjadi agenda pembahasan utama.
"Saya belum tahu ke mana saya akan pergi, tapi saya tidak tergesa-gesa," kata Iraola.
Bournemouth kini bersiap menjalani laga penentu pada pekan terakhir kompetisi.
"Mari tutup musim ini dengan cara terbaik," kata Iraola.