BRIN Kembangkan Sistem Deteksi Otomatis Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

BRIN kembangkan teknologi deteksi otomatis perlintasan kereta api guna menekan angka kecelakaan menyusul insiden maut di wilayah Bekasi, Selasa (28/4).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan sistem deteksi otomatis untuk meningkatkan keamanan jalur perkeretaapian nasional pada Selasa, 28 April 2026. Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan perlintasan yang kembali memakan korban jiwa di wilayah Bekasi pada hari yang sama.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi deteksi dini tersebut dirancang untuk mengidentifikasi potensi bahaya secara cepat dan memberikan peringatan otomatis kepada masinis. Pengembangan ini difokuskan pada mekanisme pengiriman data kondisi jalur secara aktual ke setiap gerbong dan ruang kontrol.

"Seberapa jauh sistem deteksi itu bisa diketahui secara otomatis oleh mekanisme di gerbong kereta api, itu yang sedang kita kaji," kata Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Pengembangan teknologi ini berjalan beriringan dengan penanganan kecelakaan kereta api di Bekasi yang menelan tujuh korban jiwa hingga Selasa pagi pukul 06.30 WIB. Selain korban meninggal, tercatat 81 orang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis, sementara tiga orang lainnya dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa seluruh 12 gerbong rangkaian KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi ke Stasiun Bekasi. Saat ini, tim gabungan dari KAI dan Basarnas masih berupaya melakukan proses evakuasi terhadap lokomotif dengan prioritas penyelamatan korban yang terjepit.

Arif Satria menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya mobilitas pengguna kereta api di Indonesia. Integrasi antara teknologi sensor di lapangan dengan sistem operasional di ruang kendali diharapkan dapat meminimalkan risiko tabrakan di masa mendatang.

Hingga saat ini, jalur hilir di lokasi kejadian telah dibuka kembali untuk operasional perjalanan kereta api. Namun, layanan Commuter Line masih mengalami penyesuaian operasional dan hanya melayani perjalanan sampai ke Stasiun Bekasi sebagai dampak dari proses evakuasi yang masih berlangsung.

Recommended