Bruno Fernandes Kecewa VAR Tolak Penalti MU Lawan Bournemouth

Kapten MU, Bruno Fernandes, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan VAR yang menolak penalti bagi timnya saat melawan Bournemouth.

Bruno Fernandes, kapten Manchester United (MU), sangat menyayangkan keputusan VAR yang tidak memberikan penalti kepada timnya dalam pertandingan melawan Bournemouth. Insiden tersebut terjadi saat Amad Diallo dijatuhkan di kotak penalti.

Dalam laga pekan ke-31 Premier League 2025/2026 yang berakhir imbang 2-2, Sabtu (21/3/2026) dini hari WIB, MU merasa dirugikan oleh keputusan tersebut. Sebelumnya, MU sempat unggul 1-0 melalui penalti Fernandes setelah pelanggaran terhadap Amad.

Wasit Stuart Attwell sempat meninjau kejadian tersebut melalui VAR. Namun, pada akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Tak lama berselang, Ryan Christie berhasil menyamakan kedudukan bagi Bournemouth.

Craig Pawson, yang bertugas memeriksa tekel terhadap Amad melalui VAR, menyarankan Attwell untuk mempertahankan keputusannya. Gol penyeimbang dari Bournemouth pun tetap disahkan.

Fernandes mengungkapkan kekesalannya atas inkonsistensi VAR. Menurutnya, ada standar ganda dalam pengambilan keputusan.

Setelah MU kembali unggul, Harry Maguire diusir dari lapangan setelah menjatuhkan Evanilson. Pelanggaran tersebut dinilai mirip dengan yang dialami Amad, namun berujung penalti dan kartu merah bagi Maguire.

"Saya lebih kecewa daripada frustrasi," kata Fernandes kepada Sky Sports usai pertandingan.

Standar Ganda

Fernandes menambahkan, MU harus berjuang keras hingga akhir pertandingan. Ia juga menyoroti perbedaan perlakuan dalam insiden penalti.

"Frustrasi datang ketika kami bisa unggul 2-0, tetapi malah kebobolan. Kami tidak mendapat penalti, dan akhirnya kami mendapat penalti yang situasinya mirip dengan Amad," ujarnya.

Fernandes mempertanyakan mengapa VAR tidak turun tangan dalam situasi Amad dan Maguire. "Salah satunya penalti, atau keduanya bukan penalti," tegasnya.

Ia menjelaskan, Amad berada dalam posisi untuk menembak ketika didorong atau ditarik. "Anda bisa melihat ada sesuatu yang membuatnya kehilangan keseimbangan."

Fernandes juga menyoroti anggapan bahwa pemain kecil sering dianggap melakukan pelanggaran ringan, sementara pemain besar justru mendapat keuntungan. "Sangat frustrasi untuk pemain kecil karena mereka selalu bilang sangat ringan untuk pemain kecil tetapi ketika itu pemain besar mereka malah memberikan pelanggaran."

"Saya pikir itu penalti untuk Bournemouth, tetapi saya pikir itu penalti untuk Amad dan itu bisa mengubah pertandingan," lanjutnya.

Recommended