Malut United merasakan tantangan fisik yang signifikan selama bulan Ramadan. Beberapa faktor menjadi penyebab utama kelelahan yang dialami David da Silva dan rekan-rekannya.
Dalam laga melawan Madura United (3/3/2026), sejumlah pemain membutuhkan bantuan medis akibat kondisi fisik yang terkuras. Kiper Alan Bernardon bahkan tidak dapat melanjutkan pertandingan hingga akhir babak kedua, meskipun tidak mengalami benturan keras.
Pelatih Hendri Susilo menyatakan bahwa dampak fisik ini sudah terasa sejak pertandingan pertama di bulan Ramadan saat melawan Semen Padang (20/2/2026), dan mencapai puncaknya saat menghadapi Persija Jakarta (24/2/2026).
Hendri Susilo menegaskan bahwa padatnya jadwal pertandingan dan faktor geografis menjadi tantangan utama, bukan bulan Ramadan itu sendiri. Dalam kurun waktu tiga minggu, tim harus menjalani empat pertandingan dengan perjalanan ke Ternate yang memakan waktu 7-8 jam.
Meskipun fisik pemain diuji, Hendri Susilo menekankan pentingnya mentalitas. Menurutnya, kekuatan mental menjadi kunci untuk bersaing di papan atas. Hal ini terlihat saat timnya menghadapi Madura United.
"Mentalitas pemain dan kepercayaan diri akan makin meningkat karena persaingan papan atas segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kami cuma mau berpikir dari match ke match," tegas Hendri.
Peluang di BRI Super League
Malut United diuntungkan dari hasil pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/26, di mana tiga tim teratas meraih hasil kurang memuaskan. Persib Bandung bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya, sementara Persija Jakarta dan Borneo FC juga berbagi angka.
Dengan hasil ini, Malut United hanya terpaut enam poin dari posisi tiga besar klasemen. Mereka akan menghadapi PSM Makassar (7/7/2026) untuk menutup pertandingan di bulan Ramadan.