Casey Stoner Ungkap Dua Faktor Dominasi Marquez di MotoGP

Casey Stoner mengidentifikasi kecerdasan balap dan kemampuan membangun balapan sebagai kunci dominasi Marc Marquez di MotoGP.

Casey Stoner berpendapat bahwa keberhasilan Marc Marquez mendominasi MotoGP dapat dijelaskan melalui dua aspek krusial: kecerdasan dalam balapan (race craft) serta kemampuannya dalam merancang strategi balapan.

Meskipun Stoner tidak pernah beradu langsung dengan Marquez di kelas utama karena pensiun dini pada tahun 2012, ia mengamati bahwa keunggulan Marquez melampaui sekadar kecepatan.

Stoner menyampaikan kepada Crash.net, "Tidak ada yang meragukan bakat dan kecepatannya. Jika ada yang meragukannya, maka ada yang salah."

Menurut Stoner, banyak pembalap cepat saat ini kurang memaksimalkan kecerdasan balap mereka, yang menjadi salah satu keunggulan Marquez.

Stoner menambahkan bahwa Marquez memiliki kelemahan di masa lalu yang tidak dimanfaatkan oleh rival-rivalnya. Mereka hanya melihatnya sebagai raja terakhir, tanpa berusaha mencari cara untuk mengalahkannya atau meningkatkan kemampuan diri.

Marquez sempat mengalami periode enam tahun tanpa gelar juara (2019-2025), yang merupakan rentang waktu terpanjang dalam sejarah MotoGP bagi seorang juara dunia.

Cedera panjang dan penurunan performa motor Honda mendorongnya untuk pindah ke Gresini sebelum akhirnya bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Stoner menilai bahwa masa-masa sulit tersebut justru membentuk Marquez menjadi pembalap yang lebih kuat mental, lebih sabar, dan lebih cerdas dibandingkan era 2010-an ketika ia mengandalkan agresivitas dan keberanian ekstrem.

"Apa yang telah dilakukannya selama beberapa tahun terakhir yang sulit baginya, hanyalah membangun tingkat kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran yang lebih tinggi," kata Marquez.

"Tampaknya itulah yang menurut saya kurang dimiliki oleh semua orang yang sekarang balapan melawannya. Sepertinya tidak ada yang mengerti apa yang dia lakukan dalam balapan untuk menjaga ban dan melakukan semua hal semacam itu," lanjutnya.

Tidak Hanya Mengandalkan Satu Mode Kecepatan

Stoner menambahkan bahwa Marquez tidak lagi hanya mengandalkan satu mode kecepatan. Ia menerapkan strategi yang berbeda setiap pekan, dan banyak pesaing gagal memahami hal ini.

Kesabaran Marquez dalam mengelola ban menjadi tema konsisten sepanjang MotoGP 2025, yang mengantarkannya menjadi juara dunia. Stoner membandingkannya dengan Max Verstappen di Formula 1, yang tidak langsung memaksimalkan ban baru setelah pit stop demi menjaga performa di akhir stint.

Recommended