Eksploitasi celah keamanan zero-day pada sistem operasi Microsoft Windows dilaporkan diperjualbelikan di forum peretas di dark web. Harga yang ditawarkan mencapai USD 220.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar.
Kerentanan ini menyasar layanan Windows Remote Desktop Services. Akibatnya, penyerang berpotensi mendapatkan hak akses level sistem pada perangkat yang berhasil ditembus.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh akun X Dark Web Informer. Disebutkan bahwa seorang pelaku kejahatan siber dengan nama Kamirmassabi memasang iklan penjualan eksploit tersebut di forum peretasan underground.
Kerentanan ini memiliki kode CVE-2026-21533. Celah tersebut mengeksploitasi pengelolaan hak akses yang tidak tepat. Hal ini memungkinkan penyerang untuk meningkatkan hak akses hingga memperoleh kontrol administratif penuh pada sistem yang menjadi target.
Jika berhasil dimanfaatkan, penyerang dapat melakukan berbagai tindakan berbahaya. Tindakan tersebut meliputi eksekusi kode, pemasangan program, pencurian data, hingga perubahan konfigurasi sistem.
Celah keamanan ini memengaruhi berbagai versi Windows, termasuk Windows 10, Windows 11, dan sistem operasi server seperti Windows Server mulai dari versi 2012 hingga 2025.
Eksploit ini memerlukan akses awal ke perangkat korban agar dapat berfungsi. Penyerang harus terlebih dahulu memperoleh akses pengguna biasa ke sistem target. Diduga, metode seperti phishing mungkin digunakan untuk mengelabui pengguna agar mengunduh file berbahaya yang membuka akses awal ke perangkat.
Kerentanan ini memiliki skor CVSS 7,8, yang dikategorikan sebagai tingkat keparahan tinggi. Microsoft menyatakan bahwa celah tersebut telah diperbaiki melalui pembaruan keamanan Patch Tuesday Februari.
Pengguna disarankan untuk segera memasang pembaruan keamanan terbaru guna menutup celah tersebut, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (12/3/2026).
Bagi perusahaan yang belum dapat segera menerapkan patch, administrator disarankan untuk menonaktifkan layanan Remote Desktop. Selain itu, administrator juga disarankan mengikuti panduan keamanan dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), termasuk membatasi akses hanya dari jaringan tepercaya dan menggunakan sistem Endpoint Detection and Response (EDR).
Selain itu, kerentanan Windows lain yang juga perlu diwaspadai adalah CVE-2026-2636. Celah pada driver Windows Common Log File System ini memungkinkan pengguna dengan hak akses dasar memicu blue screen of death yang tidak dapat dipulihkan.