Manajemen Chelsea resmi memberhentikan Liam Rosenior dari jabatan pelatih pada Rabu (22/4/2026) setelah tim mengalami tren negatif di kompetisi domestik. Keputusan ini diambil usai The Blues menderita lima kekalahan beruntun tanpa berhasil menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan.
Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion menjadi faktor penentu yang mengakhiri masa jabatan Rosenior sejak ditunjuk pada Januari lalu untuk menggantikan Enzo Maresca. Sebagaimana dilansir dari Bola, pengumuman pemecatan tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak klub sebagai langkah perbaikan performa tim.
Laporan dari BBC mengungkapkan adanya ketegangan internal di ruang ganti, di mana sejumlah pemain memberikan julukan "guru pengganti" atau the supply teacher kepada Rosenior. Julukan ini muncul karena otoritas sang pelatih dianggap kurang kuat dalam memimpin skuad bintang Chelsea.
Selain masalah otoritas, ketidakpuasan pemain juga dipicu oleh keputusan teknis Rosenior, termasuk minimnya menit bermain bagi bek muda Josh Acheampong. Sumber internal menyebutkan bahwa Rosenior perlahan kehilangan kendali atas tim meski awalnya mendapat dukungan penuh dari manajemen klub.
Untuk mengisi kekosongan posisi di kursi kepelatihan, Calum McFarlane ditunjuk kembali sebagai pelatih sementara hingga akhir musim 2026. Chelsea dikabarkan baru akan mencari pelatih permanen pada bursa transfer musim panas mendatang untuk memimpin proyek jangka panjang klub.
Sejumlah nama calon pengganti mulai muncul ke permukaan, termasuk Andoni Iraola yang akan meninggalkan Bournemouth dan Marco Silva dari Fulham. Selain itu, mantan pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic, juga masuk dalam radar pantauan manajemen The Blues sebagai kandidat potensial.
Tugas pertama McFarlane sebagai pelatih interim adalah memimpin Chelsea bertanding di Stadion Wembley pada Minggu mendatang. Tim asal London Barat tersebut dijadwalkan menghadapi Leeds United dalam babak perempat final Piala FA.