Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menepis berbagai anggapan miring terkait penyebab kepergian Xabi Alonso dari kursi kepelatihan. Penegasan ini disampaikan usai kemenangan 3-0 Los Blancos atas Manchester City di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Courtois secara tegas membantah bahwa para pemain memiliki andil dalam keputusan pemecatan Alonso.
“Anda pikir ini taman kanak-kanak dan kami bisa melakukan apa saja yang kami mau. Itu tidak benar,” kata Courtois dengan nada kesal di mixed zone Stadion Bernabeu, seperti dikutip.
Kiper asal Belgia tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada pemain yang berusaha menjatuhkan Alonso.
Awal musim ini, Madrid berada di bawah arahan Alonso. Sempat mencatatkan hasil positif, tekanan justru meningkat setelah unggul lima poin dari Barcelona usai El Clasico Oktober 2025. Ketegangan mulai terasa saat Vinicius Junior menunjukkan gestur tidak puas usai ditarik keluar dalam pertandingan.
Insiden tersebut memicu spekulasi adanya ketidakpuasan di ruang ganti terhadap Alonso. Situasi diperburuk dengan hanya dua kemenangan dari delapan laga antara November hingga awal Desember 2025. Kekalahan dari Manchester City di Liga Champions disebut sebagai titik balik krisis.
Di tengah periode sulit itu, muncul laporan bahwa Vinicius menolak membahas kontrak baru selama Alonso melatih tim. Meski manajemen Madrid sempat bersabar dan meraih lima kemenangan beruntun menjelang final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, kekalahan 2-3 dari rival abadi tersebut memperburuk situasi.
Berbeda dengan laporan yang beredar, Alonso akhirnya dipecat dan digantikan oleh Alvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara. Perjalanan Madrid di bawah Arbeloa belum sepenuhnya meyakinkan, dengan kekalahan dari Albacete Balompie, SL Benfica, Osasuna, dan Getafe, meskipun beberapa kemenangan juga diraih. Namun, kemenangan 3-0 atas Manchester City mengubah keadaan.
Courtois juga menanggapi laporan mengenai kekuatan besar ruang ganti Madrid yang memengaruhi keputusan pelatih.
“Tidak ada yang menjatuhkan Xabi,” tegasnya.
Courtois juga mengomentari kritik terhadap metode latihan Alonso, termasuk sesi analisis video yang panjang.
“Saya pernah dilatih Antonio Conte di Chelsea, dan kami bisa menonton video sampai satu jam. Saya tidak masalah, karena kami profesional. Itu bagian dari pekerjaan,” ujar Courtois.
Ia menambahkan bahwa pemain sepak bola profesional harus mempersiapkan pertandingan secara serius.
“Dalam beberapa bulan pertama bersama Xabi semuanya berjalan baik. Kami memang mengalami periode sulit, tetapi kami bukan yang memegang kendali. Pelatihlah yang bertanggung jawab dan kami harus menghormatinya.”