Cremonese, tim yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, masih kesulitan untuk bangkit di Serie A 2025/2026. Rentetan kekalahan terus menghantui, termasuk saat menjamu AC Milan pada pekan ke-27, Minggu (1/3/2026).
Bertanding di Stadion Giovanni Zini, Cremonese berupaya mengakhiri catatan 12 laga tanpa kemenangan. Sayangnya, harapan tersebut pupus setelah kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan melawan AC Milan.
Dua gol yang bersarang ke gawang Emil Audero terjadi menjelang akhir laga. Strahinja Pavlovic membuka skor untuk AC Milan di menit ke-90, disusul oleh Rafael Leao empat menit kemudian. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Cremonese, setelah sebelumnya dibantai AS Roma (0-3).
Emil Audero mengungkapkan bahwa timnya telah berdiskusi mengenai situasi tersebut. Para pemain bertekad untuk bangkit dan tidak ingin memperbesar masalah. Ia mengakui bahwa jadwal pertandingan tidak menguntungkan dan performa tim belum maksimal.
Saat ini, Cremonese berada dalam ancaman zona degradasi, menempati posisi ke-17 dengan 24 poin. Lecce, Pisa, dan Hellas Verona masih berpotensi menyalip di sisa 11 pertandingan Serie A musim ini.
Sebelumnya, Cremonese sempat tampil menjanjikan di awal musim, bahkan mampu mengalahkan AC Milan di laga pembuka dan menahan imbang Como.
Periode terbaik Cremonese terjadi pada Desember 2025, dengan dua kemenangan beruntun atas Bologna (3-1) dan Lecce (2-0). Namun, setelah itu, mereka mengalami penurunan performa, dengan hanya meraih empat hasil imbang dan sembilan kekalahan dalam 13 pertandingan terakhir.
Pertandingan selanjutnya, Cremonese akan bertandang ke markas Lecce di Stadion Via del Mare, Minggu (8/3/2026). Kemenangan menjadi harga mati untuk menjauhi zona degradasi.
"Sekarang kami memiliki dua bulan lagi di depan kami, dan kita semua perlu fokus untuk tetap bersatu dan melihat sisi positifnya, karena kita memiliki semua yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan kita," tutur Emil Audero, dilansir dari situs resmi Cremonese.