Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur diprediksi akan mengalami perubahan dinamika yang cukup signifikan menjelang akhir pekan ini. Bagi Anda yang memiliki rencana aktivitas di luar ruangan atau perjalanan antar kota, memantau pergerakan awan dan fluktuasi suhu menjadi sangat krusial agar agenda Anda tidak terganggu oleh cuaca buruk yang datang tiba-tiba.
Berdasarkan data terbaru, wilayah Jawa Timur akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan, namun beberapa titik strategis justru diprediksi akan mengalami fenomena hujan petir. Perubahan cuaca ini dipengaruhi oleh kelembapan udara yang cukup tinggi di lapisan bawah hingga menengah, yang memicu pertumbuhan awan konvektif di beberapa zona ekonomi dan wisata.
Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat, terutama pada siang hingga sore hari. Memahami pola cuaca lokal per kabupaten/kota akan membantu Anda mempersiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan, serta mengatur waktu perjalanan agar tetap aman dan nyaman di tengah kondisi lingkungan yang dinamis.
Analisis Cuaca Jawa Timur: Konsentrasi Awan dan Kelembapan Tinggi
Memasuki tanggal 20 Februari 2026, sebagian besar wilayah Jawa Timur akan diselimuti awan tebal sejak pagi hari. Wilayah seperti Malang, Jember, dan Banyuwangi diperkirakan akan mengalami kondisi berawan dengan suhu udara yang relatif sejuk. Namun, stabilitas cuaca ini tidak merata di seluruh daerah karena adanya potensi gangguan atmosfer skala lokal.
Potensi Hujan Petir di Kota Surabaya dan Sekitarnya
Salah satu sorotan utama untuk prakiraan cuaca besok adalah Kota Surabaya. Setelah beberapa hari didominasi cuaca terik, ibu kota provinsi ini diprediksi akan diguyur hujan disertai petir. Kondisi ini biasanya terjadi akibat pemanasan permukaan yang intens pada pagi hari diikuti oleh kondensasi cepat di siang hari. Kelembapan di Surabaya diperkirakan berada di kisaran 85–90%, yang membuat udara terasa cukup gerah sebelum hujan turun.
Wilayah dengan Kondisi Udara Kabur dan Kabut
Beberapa daerah dataran tinggi dan lembah seperti Kota Batu, Madiun, dan Tulungagung perlu mewaspadai fenomena udara kabur (haze) atau kabut pada dini hari dan pagi hari. Jarak pandang yang terbatas dapat memengaruhi keselamatan berkendara di jalur-jalur utama lintas provinsi. Kelembapan di wilayah-wilayah ini bahkan mencapai angka 97–98%, yang menandakan saturasi uap air yang sangat tinggi di permukaan.
Detail Prakiraan Cuaca Per Wilayah di Jawa Timur (20 Februari 2026)
Berikut adalah ringkasan data cuaca lengkap untuk berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur sebagai panduan perjalanan dan aktivitas Anda:
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
| Kota Surabaya | Hujan Petir | 25–27 | 85–90 |
| Kota Malang | Berawan | 21–29 | 64–92 |
| Kota Kediri | Berawan | 24–29 | 78–96 |
| Banyuwangi | Hujan Ringan | 24–26 | 87–96 |
| Kota Batu | Berawan | 18–21 | 80–95 |
| Sidoarjo | Berawan | 25–28 | 81–91 |
| Gresik | Berawan | 25–28 | 83–94 |
| Jombang | Hujan Ringan | 24–29 | 78–97 |
| Mojokerto | Hujan Ringan | 24–28 | 80–91 |
| Madiun | Udara Kabur | 23–27 | 81–97 |
| Pacitan | Berawan | 22–26 | 84–97 |
| Jember | Berawan | 24–28 | 81–94 |