David de Gea mengirimkan pesan yang menyentuh hati kepada Antonin Kinsky, kiper Tottenham Hotspur, setelah malam yang sulit di Madrid.
Mantan kiper Manchester United itu memberikan dukungan kepada Kinsky setelah debutnya di Liga Champions berjalan tidak sesuai harapan.
Kinsky ditarik keluar lapangan hanya 16 menit setelah pertandingan dimulai dalam laga leg pertama babak 16 besar melawan Atletico Madrid, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.
Keputusan tersebut diambil oleh pelatih Spurs, Igor Tudor, setelah timnya tertinggal tiga gol di awal pertandingan. Sebelumnya, Tudor telah membuat keputusan besar dengan mencadangkan kiper utama, Guglielmo Vicario, yang performanya sedang menurun.
Keputusan ini menjadi bumerang. Kinsky melakukan beberapa kesalahan di menit-menit awal yang dimanfaatkan Atletico untuk mencetak tiga gol cepat.
Paul Robinson, mantan kiper Tottenham, yang menjadi komentator di BBC Radio 5 Live, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. "Saya belum pernah melihat hal seperti itu di lapangan sepak bola," kata Robinson.
Di tengah sorotan terhadap penampilan Kinsky, De Gea memberikan dukungan melalui akun X miliknya:
"Tidak ada orang yang belum pernah menjadi kiper yang bisa memahami betapa sulitnya bermain di posisi ini. Tetap tegakkan kepala dan Anda akan kembali bangkit."
Pesan De Gea mendapat banyak pujian dari para penggemar. Seorang penggemar menulis bahwa De Gea memahami situasi tersebut lebih baik dari siapa pun karena pernah mendapat kritik keras namun tetap bangkit.
Penggemar lain menambahkan bahwa penjaga gawang adalah posisi paling sulit di lapangan. Ada pula yang mengkritik keputusan Tottenham menarik Kinsky terlalu cepat, karena dinilai bisa menghancurkan mental pemain.
Dalam pertandingan tersebut, Atletico langsung tampil agresif sejak awal. Gol dari Marcos Llorente, Antoine Griezmann, Alvarez, dan Robin Le Normand membuat tuan rumah unggul 4-0 hanya dalam 22 menit.
Tottenham sempat memperkecil ketertinggalan, namun pertandingan berakhir dengan skor 5-2 untuk kemenangan Atletico. Spurs harus menghadapi tugas berat di leg kedua untuk membalikkan keadaan.