Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengusulkan transformasi radikal dalam aturan sepak bola termasuk pemotongan durasi pertandingan menjadi 50 menit pada Selasa (14/4/2026). Langkah kontroversial ini diambil guna menjaga relevansi olahraga tersebut di mata generasi muda yang dinilai mulai kehilangan minat.
Gagasan tersebut mencakup pengurangan waktu bermain dari 45 menit menjadi 25 menit per babak. Dilansir dari Bola, De Laurentiis menganggap durasi pertandingan saat ini terlalu lama bagi anak-anak yang terbiasa dengan kecepatan permainan di konsol video game.
"Sepak bola akan kehilangan generasi muda. Pertandingannya terlalu lama," ujar Aurelio De Laurentiis, Presiden Napoli, saat melakukan wawancara mendalam dengan The Athletic. Ia memberikan contoh cucunya yang lebih memilih bermain FIFA di kamar daripada menonton pertandingan penuh.
Selain durasi waktu, De Laurentiis menyarankan penghapusan sistem kartu kuning dan kartu merah yang berlaku saat ini. Sebagai gantinya, ia mengusulkan hukuman penangguhan pemain selama lima menit untuk pelanggaran ringan dan 20 menit bagi pelanggaran berat.
Kritik tajam juga dilayangkan kepada para pemain yang dianggap kerap berpura-pura cedera atau berakting di tengah lapangan. Bos Partenopei tersebut menegaskan bahwa pemain yang tergeletak di lapangan harus segera dikeluarkan agar tidak menghambat jalannya pertandingan.
Inovasi lain yang ditawarkan adalah perubahan besar-besaran pada aturan offside agar lebih banyak gol tercipta dalam satu laga. De Laurentiis merasa sepak bola harus menjadi lebih spektakuler dengan mencontoh aspek-aspek tertentu dari olahraga bola basket di Amerika Serikat.
Sebelumnya, ia juga sempat menyuarakan pengurangan jumlah tim peserta dalam kompetisi Serie A. Saat ini, berbagai usulan tersebut menjadi bahan perdebatan terkait masa depan regulasi sepak bola internasional di bawah naungan otoritas terkait.