Dean Zandbergen, striker dengan darah keturunan Depok, Jawa Barat, berhasil menunjukkan performa cemerlang dengan mencetak hattrick untuk VVV-Venlo. Torehan tiga gol ini terjadi dalam laga Eerste Divisie 2025/2026, atau divisi kedua Liga Belanda.
Tiga gol tersebut dicetak oleh Zandbergen saat VVV-Venlo meraih kemenangan telak 3-0 atas SC Cambuur. Pertandingan pekan ke-34 tersebut berlangsung di kandang VVV-Venlo, De Koel, pada Sabtu dini hari WIB, 4 April 2026, dilansir dari Bola.
Bermain sejak awal laga, Dean Zandbergen berhasil membuka keran gol pada menit ke-15. Ia kemudian menambah pundi-pundi golnya di menit ke-80 dan ke-87, melengkapi trigol yang fantastis.
Tambahan tiga gol ini mengukuhkan perolehan golnya menjadi sebelas di Eerste Divisie musim ini. Dari total 30 penampilan, penyerang bertinggi 188 cm ini juga mencatatkan tiga assist. Selain itu, catatan disiplinnya menunjukkan empat kartu kuning dan satu kartu merah.
Pemain berusia 24 tahun ini memiliki akar keturunan Depok dari pihak ibunya. Fakta ini ia ungkapkan dalam sebuah wawancara bersama Yussa Nugraha yang diunggah di platform YouTube pada 21 April 2005.
"Dari keluarga ibu saya, mereka dari Depok. Ibu saya bilang masih ada keluarga di sana, dia juga pernah ke sana tak begitu lama," ujar Dean Zandbergen mengutip pernyataan sang ibu.
Ia menambahkan, "Nenek saya adalah anak satu-satunya dari orang tuanya. Dia kemudian pergi ke Belanda. Ibu saya senang saat berada di Indonesia dan kerap berkunjung ke tante dan om."
Potensi untuk Timnas Indonesia
Melihat kualitasnya yang sudah teruji di Eerste Divisie, Dean Zandbergen berpotensi menjadi opsi naturalisasi bagi Timnas Indonesia. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bisa mempertimbangkan kehadirannya untuk memperkuat lini depan.
Secara statistik, performa Zandbergen dinilai lebih unggul dibandingkan beberapa penyerang Timnas Indonesia yang juga berasal dari Belanda, seperti Mauro Zijlstra dan Jens Raven.
Selain itu, Timnas Indonesia juga memiliki dua pemain lain yang berkarier di Eerste Divisie. Mereka adalah Nathan Tjoe-A-On dari Willem II dan Tim Geypens dari FC Emmen.
Sementara itu, Timnas Italia harus menelan kekecewaan setelah gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Mereka kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia pada 31 Maret. Kegagalan ketiga beruntun ini membuat para penggemar di Roma, yang menyaksikan bersama, mengungkapkan kekecewaan mendalam dan mempertanyakan sistem tim.