Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendampingi para menteri olahraga se-Asia Tenggara meninjau Bali United Training Center di Gianyar pada Senin (4/5/2026). Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026.
Delegasi yang hadir berasal dari 11 negara, termasuk perwakilan dari Brunei Darussalam, Timor Leste, Filipina, hingga Singapura. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bola, rombongan tersebut disambut oleh CEO Bali United Yabes Tanuri untuk melihat langsung pembinaan atlet muda di fasilitas modern tersebut.
Erick Thohir memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan potret keberhasilan investasi sektor swasta dalam memajukan industri olahraga nasional. Lokasi pusat pelatihan yang menghadap Pantai Purnama ini dinilai sebagai perpaduan strategis antara fasilitas kelas dunia dengan potensi wisata alam Bali.
"Ini membuktikan bahwa investasi swasta dalam olahraga mampu menciptakan fasilitas berkelas internasional. Bali United Training Center bahkan sudah digunakan sejumlah klub dan tim nasional dunia untuk pemusatan latihan," kata Erick Thohir, Menpora RI.
Sejumlah tim besar asal Korea Selatan seperti Jeonbuk Hyundai Motors dan Pohang Steelers tercatat pernah menggunakan fasilitas ini. Selain itu, kontestan Piala Dunia U-17 dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Polandia juga sempat melakukan persiapan di lokasi yang sama.
Wamenpora Taufik Hidayat menambahkan bahwa sinergi pemerintah dan swasta merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif. Keberadaan infrastruktur pendukung ini diklaim mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar pariwisata olahraga atau sport tourism global.
Selain peninjauan fasilitas, pertemuan SEAMMYS 2026 juga menghasilkan kesepakatan kolektif yang disebut Deklarasi Bali. Dokumen tersebut menetapkan kerangka kerja baru untuk menjadikan transformasi olahraga sebagai penggerak ekonomi dan diplomasi di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Olahraga Filipina, Patrick Gregorio, menyatakan dukungan penuh terhadap deklarasi tersebut demi meningkatkan standar prestasi kawasan. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional di masa depan.