Dewa United akan menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-25 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) pukul 20.30 WIB. Pertandingan ini menjadi ajang bagi Dewa United untuk bangkit kembali.
Setelah tersingkir dari AFC Challenge League 2025/2026, Dewa United kini fokus pada kompetisi domestik. Sebelumnya, mereka dikalahkan Manila Digger dengan agregat 2-3 pada perempat final.
Meskipun demikian, Persija bukan lawan yang mudah. Macan Kemayoran belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir, mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka kini berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Dewa United sendiri membutuhkan kemenangan setelah dikalahkan Bhayangkara FC 0-2. Sebelumnya, mereka sempat mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Tekad kuat untuk bangkit menjadi modal utama tim.
Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menekankan pentingnya mengalihkan fokus ke pertandingan melawan Persija. "Saat ini kami harus menghadapi kekecewaan setelah tersingkir dari kompetisi Asia pada pekan lalu. Namun, menghadapi Persija selalu menarik untuk dimainkan, sehingga itulah yang kini menjadi fokus persiapan kami," tutur Jan Olde Riekerink.
Mentalitas Tim
Riekerink menambahkan bahwa membangun mentalitas tim memerlukan waktu dan proses yang panjang. Fondasi yang kuat menjadi kunci untuk menghadapi kekecewaan dalam olahraga.
"Membangun mentalitas pemain bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan hanya dalam dua atau tiga hari. Proses itu telah berlangsung selama tiga setengah tahun," lanjut sang pelatih.
Kesempatan Bangkit
Dewa United saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan 33 poin. Riekerink meyakini pertandingan melawan Persija akan menjadi momentum bagi para pemain untuk menunjukkan karakter dan kekuatan mental mereka.
"Sekarang para pemain harus menunjukkan seberapa kuat mereka bangkit dari kekalahan ini. Dan saya yakin kami mampu melakukannya, karena saya percaya kepada para pemain saya," tutup Jan Olde Riekerink.