Semen Padang, klub dengan sejarah panjang di sepak bola nasional, pernah memiliki striker asing yang sangat disegani, Edward Wilson Junior. Pemain asal Liberia ini menjadi bagian penting dari tim saat menjuarai Liga Prima Indonesia 2011/2012.
Kiprah Edward Wilson di Semen Padang terbilang lama, dari tahun 2008 hingga 2013. Klub berjuluk Kabau Sirah ini menjadi tim pertama Wilson saat menginjakkan kaki di Indonesia. Ia pun berhasil membuktikan diri sebagai salah satu striker tersubur, terutama pada musim 2009/2010.
Legenda yang kini berusia 41 tahun ini menceritakan awal kariernya di Indonesia, termasuk keberuntungan yang membawanya ke Semen Padang.
"Saya dari Liberia. Lahir dan besar di Leberia. Waktu di sana tidak ada sekolah sepak bola (SSB) seperti di sini. Kita main bola di jalan, waktu kecil mainnya di jalan raya. Dari kecil memang sudah suka sepak bola," kata Edward Wilson melalui kanal YouTube Sport77 Official.
Di awal kariernya, orang tua Edward, terutama sang ayah, sempat menentang impiannya menjadi pesepakbola. Namun, seiring waktu, dukungan pun datang.
"Tapi dulu papa saya nggak mau kalau saya jadi pemain sepak bola. Saya tidak tahu kenapa. Waktu itu, mereka bilang main bola itu enggak bagus. Tidak ada uang. Tapi ada waktu papa saya nonton saya main bola sekali. Habis nonton, dia bilang, 'Kamu ikut bermain bola saja'. Saya sekeluarga ada sembilan orang. Saya anak keempat," ujar Edward Junior.
Pada awal kariernya, Edward hanya mendapat makan gratis dari klub. Meski demikian, ia tetap bersemangat hingga akhirnya bermain di Liga 1 Liberia.
"Waktu saya main di Liga 3 Liberia. Dia bilang, 'Harus terus main bola'. Waktu itu main bolanya gratis. Cuma dikasih makan saja. Itu klub pertama saya. Usia saya 14 tahun. Saya dua tahun main di Liga 3, terus promosi ke Liga 2," tukasnya.
"Habis itu saya main di Liga 1, tapi di tim yang berbeda. Saya pindah ke klub kakak saya. Dia membawa saya ke klubnya. Masih di Liberia. Kita juara Liga 1 Liberia waktu itu," papar penggemar Thierry Henry dan George Weah ini.
Perry Sah Kollie, mantan pemain Persikota Tangerang, menjadi sosok penting dalam perjalanan Edward Wilson ke Indonesia. Saat pulang ke Liberia dan mengikuti seleksi Timnas Liberia, Perry melihat bakat Edward.
"Ada namanya Perry Sah Kollie. Dia dulu main di Persikota Tangerang. Ketika dia pulang ke Liberia, dia ikut seleksi Timnas Liberia. Dia lihat saya main dan dia bilang, 'Saya mau bawa kamu Indonesia'. Waktu itu juga saya mau dibawa agen ke Jerman. Tapi saya enggak dapat visa ke Jerman. Akhirnya saya ke Indonesia," kata Edward Junior.
Edward awalnya ingin bergabung dengan Perserang Serang, tempat Perry Sah Kollie melanjutkan kariernya. Namun, cedera menghalanginya.
"Awalnya mau ke Perserang. Tapi enggak jadi, karena cedera. Waktu itu ada uji coba lawan Persita Tangerang," tuturnya.
Setelah enam bulan tanpa klub, Semen Padang datang ke Cibubur untuk mengadakan seleksi. Edward yang sudah pulih dari cedera berhasil lolos seleksi dan bergabung dengan tim yang dilatih Djoko Susilo.
"Belum ada klub. Mungkin enam bulan enggak ada klub sejak tiba di Indonesia. Baru Semen Padang datang ke Cibubur. Ada seleksi di sana. Banyak pemain asing. Cedera saya sudah sembuh. Ya, saya masuk. Waktu itu pelatih Semen Padang Djoko Susilo," tutupnya.