Edwin van der Sar membuat pernyataan mengejutkan tentang manajer terbaik dalam kariernya. Mantan penjaga gawang Manchester United ini lebih memilih Louis van Gaal daripada Alex Ferguson.
Pilihan Van der Sar ini membuat mantan bek MU, Gary Neville, terkejut. Keduanya terlibat perbincangan dalam sebuah acara.
Van der Sar hadir dalam program "Monday Night Football" saat MU mengalahkan Everton 1-0. Ia juga hadir di kanal YouTube "The Overlap" dan mengikuti sesi "Quickfire Questions" yang dipandu Neville.
Dalam sesi tersebut, Van der Sar menjawab pertanyaan tentang film favoritnya, tim futsal Belanda lima lawan lima, dan lawan terberat yang pernah dihadapinya (Romario).
Neville tampak terkejut ketika Van der Sar memilih Van Gaal sebagai manajer terbaiknya, bukan Ferguson yang dianggap sebagai manajer terhebat dalam sejarah sepak bola.
Selama enam musim di bawah Ferguson, Van der Sar meraih banyak kesuksesan. Namun, Van Gaal tetap yang teratas di matanya.
Format video yang cepat tidak memungkinkan Van der Sar menjelaskan alasannya secara rinci. Neville sempat menyinggung Ferguson, tetapi Van der Sar tetap pada pendiriannya.
Sebenarnya, pandangan ini bukan hal baru. Pada tahun 2014, ketika MU hendak menunjuk Van Gaal, Van der Sar mengatakan kepada Daily Mirror, "Louis van Gaal adalah manajer terbaik yang pernah saya bela."
Van Gaal memberikan debut senior kepada Van der Sar di AFC Ajax pada tahun 1990. Van der Sar juga menjadi kiper utama saat Ajax memenangkan Liga Champions 1995 dengan mengalahkan AC Milan 1-0.
Sempat mengalami masa sulit di Juventus, reputasi Van der Sar pulih di Premier League, pertama bersama Fulham, lalu bersinar kembali di MU.
Awalnya, Van der Sar tidak diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang bagi MU setelah kepergian Peter Schmeichel. Namun, ia menjadi pilihan utama Ferguson selama lebih dari lima tahun.
Ia meraih penghargaan Golden Glove Premier League musim 2008/09 dan membantu MU memenangkan empat gelar liga.
Pada tahun 2011, Van der Sar mengatakan kepada BBC Sport bahwa Ferguson adalah "hal terbaik yang bisa terjadi bagi klub ini 25 tahun lalu."