Kemunculan talenta berbakat seperti Veda Ega Pratama di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga prestasi Aldi Satya Mahendra sebagai juara dunia World Supersport300 menegaskan bahwa fondasi motorsport di Indonesia kian berjalan efektif. Dilansir dari Bola, pencapaian para atlet tersebut merupakan buah dari komitmen panjang serta sinergi berbagai elemen dalam merancang ekosistem balap tanah air.
CEO Pride sekaligus promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra mengutarakan bahwa kesuksesan para pembalap nasional di panggung global tidak terjadi secara instan. Hasil positif ini terwujud berkat kombinasi pembinaan yang terstruktur, kompetisi nasional yang bergulir konsisten, regulasi ketat dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), investasi infrastruktur oleh pemerintah, hingga sokongan pihak sponsor.
"Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika," ujar Eddy Saputra.
Catatan bersejarah sempat ditorehkan oleh Veda Ega Pratama kala mengamankan podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3/2026) malam WIB.
Dukungan dari sektor pemerintahan memegang peranan krusial sebagai fondasi pengembang olahraga otomotif yang kerap terabaikan oleh publik. Kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi langkah strategis demi menyediakan fasilitas olahraga berstandar global bagi pembalap domestik dalam mengasah kemampuan mereka.
Fasilitas yang dibangun oleh ITDC dengan investasi bernilai triliunan rupiah ini diresmikan pada 2021 untuk menggelar ajang World Superbike, dan tercatat aktif menjadi lokasi balapan MotoGP sepanjang periode 2022–2025. Memasuki tahun ini, sirkuit tersebut dijadwalkan kembali menggelar balapan internasional pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.
Otoritas negara juga memperlihatkan komitmen moral secara langsung kepada para atlet. Hal ini tampak saat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memfasilitasi pertemuan antara Mario Aji serta Veda Ega Pratama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 30 September 2025.
Momen tatap muka tersebut turut dihadiri oleh juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, yang membagikan motivasi kepada delegasi pembalap lokal. Agenda yang terlaksana menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Mandalika itu menjadi representasi nyata dari kepedulian negara.
Tujuh Pilar Utama Penopang Motorsport Nasional
Menurut pemaparan Eddy Saputra, keberlangsungan ekosistem motorsport di dalam negeri saat ini bertumpu pada tujuh elemen mendasar. Komponen pertama diisi oleh sokongan pemerintah melalui penyediaan sirkuit serta program pembinaan.
Pilar kedua bertumpu pada Ikatan Motor Indonesia selaku organisasi induk yang bertanggung jawab atas regulasi, penerbitan lisensi, dan standarisasi perlombaan. Selanjutnya, poin ketiga adalah kehadiran ajang kompetisi berkala seperti Pertamina Mandalika Racing Series sebagai ruang penempaan bakat potensial.
Aspek keempat dan kelima mencakup keberadaan manajemen tim balap profesional serta akademi khusus yang mengasah kemampuan teknis sekaligus mentalitas sejak usia dini. Peran pabrikan otomotif besar seperti Honda dan Yamaha menempati posisi keenam dalam menjaring bibit muda, diikuti oleh kontribusi sponsor dan sektor industri di urutan ketujuh untuk mengakomodasi kebutuhan finansial balapan yang masif.
"Tanpa salah satu elemen ini, pembalap akan sangat sulit untuk naik ke level dunia," tegas Eddy Saputra.