Mantan penggawa Timnas Prancis, Emmanuel Petit, melontarkan kritik keras terhadap dampak keberadaan Kylian Mbappe di dalam skuat Real Madrid setelah raksasa Spanyol tersebut tersingkir dari kompetisi Eropa pada musim 2025/2026. Kritik tersebut mencuat usai performa kolektif Los Blancos dinilai menurun meski Mbappe telah mengoleksi lebih dari 40 gol musim ini.
Dilansir dari Bola, Petit menilai kehadiran sang penyerang justru merusak keharmonisan internal tim di Stadion Santiago Bernabeu. Walaupun Mbappe tetap tajam secara individu, Real Madrid tercatat baru mengamankan satu trofi Piala Super Eropa sejak kedatangannya dari Paris Saint-Germain (PSG) pada 2024 silam.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan mantan klub Mbappe, PSG, yang justru berhasil merengkuh gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Di bawah asuhan Luis Enrique, tim asal Paris tersebut dinilai tampil lebih solid dan kolektif setelah tidak lagi diperkuat deretan bintang besar seperti Mbappe, Neymar, dan Lionel Messi.
"Ini bukan sepenuhnya kesalahan Mbappe. Tetapi, kedatangannya membawa sikap egois ke ruang ganti Real Madrid. Ini adalah sebuah kegagalan," kata Emmanuel Petit, Mantan Pemain Timnas Prancis kepada Mail Sport.
Petit juga memberikan perbandingan mengenai transformasi PSG yang kini dianggap bermain lebih kompak sebagai sebuah unit. Ia menyebut skuat Paris saat ini tampil luar biasa dan bersatu seperti jari-jari dalam satu tangan sejak kepergian Mbappe.
Selain menyoroti ego sang bintang, kekalahan Real Madrid dari Bayern Munchen di Allianz Arena juga dipengaruhi oleh faktor teknis di lapangan. Eduardo Camavinga dianggap menjadi sosok yang bertanggung jawab dalam kekalahan tersebut setelah menerima dua kartu kuning.
Kartu merah yang diterima Camavinga pada menit ke-86 mengubah jalannya pertandingan saat kedudukan masih imbang. Bayern Munchen kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak dua gol penentu di pengujung laga dan memastikan tiket ke babak semifinal.
Petit menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Camavinga sangat fatal bagi tim. Meski pihak Real Madrid sempat menyoroti kepemimpinan wasit Slavko Vincic, Petit menilai wasit hanya menjalankan aturan yang berlaku saat memberikan kartu merah tersebut.