Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, berpeluang mencetak sejarah baru di kompetisi elite Eropa setelah mengamankan tiket final Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munich di Allianz Arena pada Mei 2026.
Keberhasilan ini membawa PSG melaju ke babak final yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang untuk menghadapi Arsenal. Dilansir dari Bola, kemenangan di partai puncak tersebut akan menjadikan Enrique sebagai pelatih kedua yang menjuarai Liga Champions secara berturut-turut setelah Zinedine Zidane.
Meskipun memiliki catatan prestasi gemilang dan merupakan mantan pemain Real Madrid periode 1991-1995, nama Enrique hampir tidak pernah dikaitkan dengan kursi kepelatihan di Santiago Bernabeu. Hubungan masa lalu yang kompleks dengan rival abadi Madrid, Barcelona, menjadi faktor penghambat utama.
Mantan rekan setimnya, Abelardo Fernandez, menyatakan kekagumannya terhadap kualitas Enrique meski pesimistis soal kepindahan ke Madrid. "Saya tidak ingin Luis Enrique pergi ke Real Madrid karena dia yang terbaik. Tapi itu akan luar biasa. Itu bakal jadi bom besar," kata Abelardo Fernandez, Mantan Bek Barcelona.
Senada dengan hal tersebut, Fernando Morientes menilai peluang reuni tersebut hampir mustahil terjadi dari kedua belah pihak. Morientes menyebut Florentino Perez tidak akan melirik Enrique karena sejarahnya, sementara Enrique sendiri dianggap tidak tertarik kembali ke ibu kota Spanyol.
Ketegangan antara Enrique dan publik Madrid berakar sejak kepindahannya secara gratis ke Barcelona pada musim panas 1996. Enrique secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa benar-benar dicintai oleh pendukung Los Blancos selama lima tahun merumput di sana.
Puncak rivalitas tersebut terlihat saat Enrique sukses membawa Barcelona meraih prestasi treble pada tahun 2015 sebagai pelatih. Selain itu, selebrasi emosionalnya saat mencetak gol ke gawang Madrid di masa lalu tetap menjadi memori yang sulit dilupakan publik Bernabeu.
Enrique juga sempat mendapat kritik saat melatih Timnas Spanyol di Piala Dunia 2022 karena dinilai minim memanggil pemain Real Madrid. Saat ini, pelatih asal Spanyol tersebut masih terikat kontrak resmi bersama raksasa Prancis, PSG, hingga tahun 2027 mendatang.