Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP semakin dekat, namun ia mengakui masih memiliki keraguan besar, terutama terkait ban depan Michelin. Seri pembuka musim 2026 akan berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 27 Februari-1 Maret.
Juara dunia World Superbike tiga kali ini secara terbuka menyatakan bahwa dirinya belum sepenuhnya percaya pada limit ban depan. Ia bahkan merasa mungkin perlu mengalami kecelakaan untuk benar-benar memahami batasnya.
Fase pramusim berjalan tidak mudah bagi Toprak. Pada tes pramusim Buriram, ia berada di posisi kedua dari bawah, tertinggal lebih dari dua detik dari pembalap tercepat. Jarak tersebut menunjukkan bahwa proses adaptasinya dengan motor Yamaha di ajang MotoGP masih panjang.
Untuk mengetahui area mana yang membuatnya kehilangan waktu, Toprak sempat membuntuti rekan setimnya, Jack Miller. Dari situ, ia menyadari perbedaan mencolok, terutama di sektor awal. "Saya kehilangan banyak waktu di tikungan pertama dan sektor pertama secara umum," ujarnya.
Masalah utama Toprak saat ini adalah kurangnya kepercayaan pada ban depan Michelin. Ia merasa belum bisa memiringkan motor secara agresif seperti para rivalnya. "Di pengereman tidak masalah. Tapi saat motor dimiringkan, saya tidak tahu limitnya," jelasnya.
Ia bahkan mengaku terkejut melihat Miller bisa memiringkan motor sangat dalam di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali. "Saya awalnya menunggu dia jatuh. Tapi ketika dia tetap bisa menikung, saya justru kaget," katanya.
Pembalap asal Turki itu mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum pernah terjatuh selama adaptasi dengan motor MotoGP. Namun ia merasa mungkin insiden tersebut justru dibutuhkan untuk memahami batas sebenarnya. "Saya belum crash. Tapi mungkin saya perlu crash untuk memahami limit-nya,” ujarnya jujur.
Ia menyadari sejak awal bahwa perpindahan dari World Superbike ke MotoGP akan menuntut perubahan besar, terutama soal karakter ban dan motor. "Saya tahu ban dan motornya akan sangat berbeda, dan saya harus beradaptasi. Tapi sekarang saya masih belum benar-benar beradaptasi, terutama dengan ban depan,” tambahnya.
Toprak memang dikenal sebagai spesialis pengereman keras di WorldSBK. Namun di MotoGP, kepercayaan terhadap ban depan saat *lean angle* ekstrem menjadi kunci utama.
Kini, tantangan terbesar Razgatlioglu bukan sekadar kecepatan, melainkan membangun kepercayaan diri di atas motor Yamaha.
Debut balapnya di Thailand akan menjadi ujian nyata apakah progresnya sudah cukup untuk bersaing, atau proses belajar masih akan berjalan panjang.