Erick Thohir Apresiasi Youth Football Bali 7s 2026, Dorong Pembinaan dan Sport Tourism

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang digelar di Bali United Training Center.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026. Kompetisi sepak bola usia muda ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, bertempat di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, pada Kamis (2/4/2026). Atensi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan talenta muda.

Turnamen Bali 7s merupakan inisiatif yang konsisten dari Bali United. Dilansir dari Bola.com, CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengungkapkan bahwa ajang kali ini berhasil menarik partisipasi 500 tim dari tujuh negara. Total ada lebih dari 8.000 pesepak bola muda, termasuk pesepak bola putri, yang bertanding di 39 lapangan milik Bali United. Angka partisipasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, turnamen ini diikuti oleh 225 tim dengan 3.150 peserta, dan pada 2025 meningkat menjadi 389 tim dengan 6.334 pemain muda. Negara-negara yang turut serta dalam Bali 7s 2026 antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda. Kehadiran Indra Sjafri dan Pelatih Timnas U-20 Nova Arianto sebagai pemandu bakat turut menambah nilai strategis turnamen ini.

Erick Thohir memandang Bali 7s sebagai bukti nyata dari upaya kolektif dalam membina talenta muda sejak usia dini. Menurutnya, turnamen ini telah menjadi salah satu kompetisi sepak bola yang paling konsisten di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. "Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang telah memasuki tahun ketiga," ujar Menpora Erick.

Ia melanjutkan, turnamen ini secara konsisten menjaga kesempatan bagi para talenta untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepak bola profesional di masa depan. Ketua Umum PSSI ini juga menegaskan bahwa ajang ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk pembentukan karakter, sportivitas, serta mempererat persahabatan antar negara dan budaya.

"Di sini mereka bukan hanya mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan, tetapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan, dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya," tambahnya, menyoroti dimensi edukatif dan sosial dari turnamen tersebut.

Dampak Strategis bagi Sepak Bola dan Ekonomi Lokal

Erick Thohir menggarisbawahi peran strategis turnamen seperti Bali 7s dalam menyiapkan fondasi sepak bola nasional, termasuk mencetak calon pemain Timnas Indonesia di masa depan. Ia meyakini bahwa ajang ini juga memiliki dampak ekonomi yang substansial, meskipun data terperinci mengenai perputaran uang selama penyelenggaraan dari 2 April hingga 5 April 2026 belum tersedia.

Selain fokus pada pembinaan atlet muda, Erick juga menyoroti kontribusi ekonomi yang dihasilkan dari turnamen ini bagi Pulau Bali. Kegiatan olahraga berskala internasional seperti Bali 7s, menurutnya, mampu memberikan efek positif yang signifikan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata, serta ekonomi kreatif.

"Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif," pungkasnya. Keberadaan 42 tenant UMKM yang menyediakan berbagai makanan dan minuman di area festival keluarga turut memperkuat dampak ekonomi lokal, menjadikan turnamen ini sebagai perayaan olahraga dan hiburan yang menyeluruh.

Recommended