Mohamed Salah, penyerang Liverpool, tengah menghadapi musim yang kurang memuaskan. Mark Kennedy, mantan winger The Reds, berpendapat bahwa performa pemain asal Mesir tersebut telah melewati puncak kejayaannya, atau dapat dikatakan sebagai "bintang yang masa keemasannya sudah lewat".
Kennedy, yang berbicara di "Weekend talkSPORT Breakfast", mengkritik penurunan performa Salah musim ini. Padahal, Salah sebelumnya menjadi sosok kunci saat Liverpool meraih gelar Premier League musim lalu.
Musim ini, penyerang berusia 31 tahun itu baru mencetak empat gol dan enam assist di liga, angka yang jauh di bawah standar yang biasa ia tunjukkan.
Selain statistik, Kennedy juga menyoroti pengambilan keputusan Salah di area akhir serangan yang seringkali salah, serta reaksinya setelah hasil imbang di Elland Road sebelum Piala Afrika 2025, yang menurutnya menambah masalah bagi pelatih Arne Slot.
"Saya akan terdengar kontroversial, tapi setiap kali menonton Liverpool, saya tidak terlalu suka dengan Salah. Penguasaan bolanya sangat buruk, dia sering kehilangan bola. Saya sudah sangat vokal soal ini," ujar Kennedy.
"Saya penggemar Liverpool dan penggemar berat Salah, dia luar biasa, tapi menurut saya, dia bintang yang masa keemasannya sudah lewat. Penampilan musim ini memang tidak mengejutkan saya, karena saya sudah melihat tanda-tandanya. Liverpool kehilangan banyak gol dari musim lalu. Salah mencetak 29 gol musim lalu, sekarang baru empat. Sikap dan komentar dia juga menjadi distraksi besar," ulasnya.
Salah menandatangani kontrak baru di Anfield pada tahun lalu, namun pada Desember 2025 ia mengisyaratkan bahwa waktunya di klub mungkin akan segera berakhir.
Dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan, ia menuding klub telah menyudutkannya.
"Saya sangat kecewa, saya telah banyak berbuat untuk klub ini. Semua orang tahu itu, terutama musim lalu. Saya tidak tahu kenapa saya harus duduk di bangku cadangan. Rasanya klub menyudutkan saya. Mereka berjanji banyak di musim panas, tapi saya duduk di bangku cadangan tiga pertandingan. Saya merasa janji itu tidak ditepati," kata Salah.
Salah juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan pelatih menjadi renggang.
"Saya sudah berkali-kali bilang hubungan saya dengan manajer baik, tapi tiba-tiba tidak ada hubungan lagi. Rasanya ada yang tidak ingin saya di klub. Ini tidak bisa diterima bagi saya," akunya.
Setelah pernyataan tersebut, Salah bergabung dengan tim nasional negaranya di Piala Afrika 2025 dan belum menunjukkan performa terbaiknya sejak kembali.
Dalam kemenangan Liverpool 5-2 atas West Ham, Salah tidak memberikan kontribusi langsung sama sekali.
Penurunan Salah Menyedihkan
Jermaine Pennant, mantan pemain Liverpool lainnya, menilai penurunan performa Salah sangat disayangkan.
"Melihat apa yang telah dia lakukan selama sembilan musim, sungguh fenomenal. Tapi, tiba-tiba dari musim 29 gol menjadi hanya empat, itu penurunan yang besar. Sulit melihatnya dan menyakitkan menontonnya, ini bukan Mo yang kita kenal," kata Pennant dalam Inside Liverpool.
Pennant menambahkan bahwa penurunan performa adalah hal yang alami bagi setiap pemain seiring bertambahnya usia.
"Setiap musim berjalan, pemain menua, gol mulai berkurang, efisiensi menurun. Selain itu, dia kehilangan partner terbaiknya, Trent, ada perubahan gaya permainan, manajer berbeda, banyak pergantian tim, semua itu membuat situasi sulit bagi siapa pun," tuturnya.