Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi belum memiliki rencana untuk menambah pemain naturalisasi baru bagi Timnas Indonesia pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas skuad Garuda yang kini berada di bawah kepemimpinan pelatih kepala John Herdman.
Dilansir dari Bola, keputusan untuk menunda proses naturalisasi tambahan didasari oleh prioritas pengembangan kualitas pemain yang sudah tersedia dalam tim. Erick menyebutkan bahwa pelatih asal Kanada tersebut membutuhkan waktu lebih banyak guna membangun kesolidan antarpemain.
"Belum ada. Kami pada saat ini sama Coach John Herdman tetap memprioritaskan pemain-pemain yang ada," kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, saat memberikan keterangan di GBK Arena, Jakarta.
Penegasan ini sekaligus menanggapi rumor ketertarikan sejumlah pemain keturunan seperti Luke Vickery, Jordy Wehrmann, hingga Dean Zandbergen untuk memperkuat Indonesia. Meskipun para pemain tersebut memenuhi syarat garis keturunan, PSSI memilih untuk tidak terburu-buru melakukan proses hukum perpindahan kewarganegaraan.
Fokus utama manajemen Timnas saat ini adalah mematangkan taktik dan chemistry tim setelah John Herdman resmi menjabat sebagai pelatih. Herdman sendiri baru mencatatkan debut resminya pada ajang FIFA Series Maret 2026 lalu dengan perolehan satu kemenangan dan satu kekalahan.
"Karena perlu waktu dari Coach John sendiri untuk terus mengisi kekompakan tim ini, dan sampai hari ini kami belum ada bicara naturalisasi tambahan," ujar Erick menjelaskan alasan teknis di balik kebijakan tersebut.
Terkait agenda terdekat, PSSI kini tengah mempersiapkan jadwal FIFA Matchday yang akan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Erick mengonfirmasi telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara calon lawan tanding untuk mengisi periode tersebut.
Meskipun surat resmi atau kesepakatan tertulis belum ditandatangani, PSSI sudah mengantongi satu kandidat kuat lawan tanding. Pihak federasi masih menunggu konfirmasi akhir melalui korespondensi resmi sebelum mengumumkan negara tersebut kepada publik.