Sejumlah delapan klub papan atas Premier League menghadapi ketidakpastian posisi manajer menjelang berakhirnya musim 2025/2026 pada Minggu (1/5/2026). Evaluasi kinerja besar-besaran ini diprediksi memicu gelombang pergantian pelatih paling sibuk sepanjang sejarah Liga Inggris pada bursa musim panas mendatang.
Dilansir dari Bola, Chelsea menjadi klub yang mengambil tindakan paling agresif dengan memecat Liam Rosenior setelah menelan lima kekalahan beruntun. Manajemen The Blues kini menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim sementara mencari sosok permanen untuk memimpin tim musim depan.
Beberapa nama pelatih mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan di Stamford Bridge, termasuk mantan pemain seperti Cesc Fabregas dan Filipe Luis. Selain itu, kandidat berpengalaman seperti Jose Mourinho, Eddie Howe, dan Andoni Iraola masuk dalam daftar pantauan manajemen Chelsea.
Kondisi serupa terjadi pada Bournemouth yang dipastikan berpisah dengan Andoni Iraola setelah tiga musim kerja sama. Sebagai langkah antisipasi, Bournemouth dikabarkan telah mengamankan jasa Marco Rose untuk mengisi kekosongan posisi manajer tersebut.
Di London lainnya, Crystal Palace akan ditinggalkan oleh Oliver Glasner yang memutuskan hengkang setelah dua musim menjabat. Sementara itu, masa depan Marco Silva di Fulham juga belum menemui titik terang akibat performa tim yang tidak stabil serta dinamika internal klub.
Ketidakpastian juga menyelimuti duo Manchester di mana masa depan Pep Guardiola di Manchester City terus menjadi spekulasi meskipun kontraknya tersisa hingga 2027. Nama Enzo Maresca disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk meneruskan kepemimpinan Guardiola di Etihad Stadium.
Manchester United saat ini dipimpin oleh Michael Carrick sebagai pelatih interim setelah kepergian Ruben Amorim. Meskipun performa tim meningkat secara signifikan di bawah kendali Carrick, manajemen Setan Merah belum memberikan kepastian mengenai status permanen sang pelatih.
Tekanan besar juga dirasakan oleh Arne Slot di Liverpool menyusul performa juara bertahan yang dianggap mengecewakan oleh para pendukung. Di sisi lain, Newcastle United mengalami penurunan drastis di bawah Eddie Howe hingga terlempar ke papan tengah bawah klasemen.