Jurnalis sepak bola asal Italia, Fabrizio Romano, menghadapi sorotan tajam setelah mengunggah video promosi di media sosial X.
Video berdurasi 2 menit 14 detik itu menampilkan Romano yang mempromosikan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSRelief), sebuah lembaga kemanusiaan yang didukung oleh pemerintah Arab Saudi.
Dalam video tersebut, Romano yang memiliki lebih dari 27 juta pengikut di X, menyampaikan berbagai capaian KSRelief secara detail. Ia menyebutkan bahwa lembaga itu telah menjalankan 4.212 proyek di 113 negara sejak didirikan lebih dari satu dekade lalu.
"King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, lebih dari sepuluh tahun sejak didirikan. Pusat ini mengimplementasikan 4.212 proyek di 113 negara di seluruh dunia, mencerminkan peran kemanusiaan terdepan Arab Saudi," ujar Romano dalam akun X-nya, @FabrizioRomano, pada Selasa (3/3/2026).
Romano menambahkan bahwa KSRelief telah meluncurkan sejumlah proyek perintis, termasuk Project Masam untuk membersihkan lahan Yaman dari ranjau darat, yang disebutnya telah menyingkirkan 540.000 ranjau. Unggahan ini memicu gelombang kritik dari para pengikutnya.
Penayangan video promosi ini dianggap kurang tepat waktu karena bersamaan dengan meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah, termasuk serangan drone Iran ke sejumlah lokasi di Arab Saudi.
Banyak pengikut Romano yang mempertanyakan keputusannya untuk bermitra dengan Arab Saudi, negara yang sering disorot terkait isu hak asasi manusia. Beberapa menilai Romano telah kehilangan independensinya sebagai jurnalis.
Media Inggris, The Telegraph, bahkan menyebut video propaganda Arab Saudi oleh Fabrizio Romano sebagai momen berbahaya bagi jurnalisme sepak bola.
The Telegraph menduga bahwa kesediaan Romano mempromosikan organisasi Arab Saudi meningkatkan aksesnya ke klub-klub besar yang dimiliki oleh Public Investment Fund Arab Saudi, seperti Al-Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Artikel The Telegraph juga menyinggung kasus Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh pada 2018.
"Kondisi olahraga modern seringkali meninggalkan rasa pahit, tetapi menyaksikan Romano dengan patuh menyebarkan kabar baik tentang Arab Saudi terasa seperti hari yang sangat suram bagi jurnalisme sepak bola," tulis The Telegraph dalam artikel kritiknya.