Gelandang PSIM Yogyakarta, Fahreza Sudin, harus absen lebih lama akibat sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Sanksi tersebut merupakan buntut dari kartu merah yang diterimanya saat melawan Semen Padang pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026, tepatnya pada 4 Maret lalu.
Fahreza, yang berusia 25 tahun, dilarang tampil dalam dua pertandingan berikutnya, yaitu melawan Dewa United Banten FC (3/4/2026) dan PSM Makassar (11/4/2026).
Sebelumnya, Fahreza sudah absen saat PSIM bermain imbang 2-2 melawan Persijap Jepara (11/3/2026). Manajer PSIM, Razzi Taruna, membenarkan rincian hukuman yang diterima pemain andalannya itu.
Menurut Razzi Taruna, Fahreza akan absen dalam tiga pertandingan. Selain sanksi otomatis akibat kartu merah, Komdis PSSI memberikan tambahan sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan.
Dengan sanksi ini, Fahreza baru bisa kembali memperkuat Laskar Mataram saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan ke-28 BRI Super League, yang akan digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada 17 April mendatang.
"Artinya, Fahreza baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar," ungkap Razzi Taruna.
Manajemen PSIM menerima hukuman tersebut. Razzi Taruna mengakui pelanggaran yang dilakukan Fahreza memang berisiko dan berbahaya, sehingga menerima kartu merah tersebut.
"Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan keputusan kartu merah tersebut karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Terkait tambahan sanksi dua pertandingan dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakannya," kata Razzi.
Namun, ia menambahkan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan tersebut. Razzi mengakui kehilangan Fahreza dalam tiga pertandingan akan menjadi kerugian bagi tim, mengingat peran pentingnya di lini tengah.
Meskipun demikian, Razzi Taruna mencoba melihat sisi positif dari situasi ini. Ia menyatakan bahwa absennya Fahreza dapat menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka.
"Mengutip pernyataan coach Jean-Paul van Gastel, situasi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain, ini jadi kesempatan bagus bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri," ungkapnya.
Razzi menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa iklim kompetisi di dalam tim akan berjalan baik karena semua pemain bersaing secara sehat untuk bisa tampil dan siap jika ditunjuk oleh pelatih.