Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengungkapkan rasa kecewanya terhadap putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait kasus kelayakan tujuh pemain naturalisasi mereka. Putusan ini mengubah ruang lingkup hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA.
Meskipun menghormati otoritas CAS, FAM menilai bahwa sanksi yang diberikan terasa tidak proporsional dibandingkan kasus serupa yang pernah disidangkan sebelumnya. FAM akan mempelajari lebih lanjut setelah menerima putusan tertulis lengkap dari CAS.
Ketujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Panel arbitrase CAS menetapkan bahwa larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tetap berlaku. Namun, sanksi ini hanya berlaku untuk pertandingan resmi, sehingga mereka masih diperbolehkan untuk berlatih dan beraktivitas di luar pertandingan resmi.
FAM menerima tanggung jawab atas kegagalan pengawasan dalam proses ini. Investigasi oleh lembaga federal di Malaysia dan FIFA masih berlangsung, dan FAM berjanji akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan semua pihak terkait.
FAM menekankan bahwa para pemain tidak boleh disalahkan atas masalah ini, karena mereka tidak terlibat dalam proses administratif terkait kelayakan mereka menjadi pemain Timnas Malaysia. FAM menyatakan bahwa para pemain adalah warga negara Malaysia yang memperoleh kewarganegaraan sesuai dengan hukum yang berlaku.
CAS yang berbasis di Lausanne, Swiss, mengabulkan sebagian banding dari ketujuh pemain terkait pemalsuan dokumen naturalisasi. Sementara itu, banding FAM ditolak, sehingga mereka tetap harus membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss (Rp7,8 miliar).
"Sepanjang proses, FAM menerima tanggung jawab atas kegagalan pengawasan," kata asosiasi tersebut seperti dikutip dari The Star, Sabtu (7/3/2026).
"Hasilnya sangat mengecewakan bagi para pemain. Para pemain tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan administrasi," jelas pernyataan induk organisasi sepak bola Malaysia.