FIFA terus memantau perkembangan situasi di Iran setelah adanya aksi militer dari Amerika Serikat. Situasi ini menjadi perhatian karena Iran telah lolos ke Piala Dunia 2026 yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dimulainya serangan rudal ke Iran dan menyebutnya sebagai operasi tempur besar.
Mattias Grafstrom, Sekretaris Jenderal FIFA, menyatakan bahwa pihaknya belum akan memberikan komentar terperinci. Namun, ia memastikan bahwa FIFA terus memantau situasi.
"Saya membaca berita (tentang Iran) pagi ini sama seperti Anda," ujar Grafstrom dalam rapat umum tahunan International Football Association Board di Cardiff, Wales.
Ia menambahkan, "Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia."
FIFA fokus memastikan turnamen berlangsung aman dengan partisipasi seluruh tim. Undian putaran final telah dilaksanakan di Washington dengan kehadiran seluruh tim peserta.
"Kami telah melaksanakan undian putaran final di Washington dengan seluruh tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah Piala Dunia yang aman dengan semua tim ikut serta," ujarnya.
Grafstrom menambahkan, "Kami akan terus berkomunikasi seperti yang selalu kami lakukan dengan tiga pemerintah (tuan rumah) sebagaimana biasanya dalam setiap situasi. Semua orang akan aman."
Iran berada di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Los Angeles akan menjadi tuan rumah dua pertandingan Iran, sementara Seattle dijadwalkan menggelar laga Iran melawan Mesir pada 26 Juni.