FIFA Sanksi Malaysia Akibat Manipulasi Naturalisasi Pemain

Sepak bola Malaysia disorot tajam akibat kasus naturalisasi ilegal yang berujung sanksi FIFA. Dokumen pemain dimanipulasi dan dipalsukan.

Sepak bola Malaysia menjadi sorotan tajam karena kasus naturalisasi pemain ilegal yang berujung sanksi dari FIFA.

Tujuh pemain, yakni Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, dinaturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada tahun ini. FIFA menilai dokumen ketujuh pemain tersebut dimanipulasi dan dipalsukan, sehingga dijatuhkan sanksi larangan bermain selama setahun serta denda 2.000 franc Swiss atau setara Rp41 juta.

Selain itu, FAM juga dikenakan denda sebesar 350.000 franc Swiss (Rp7,2 miliar). FAM mengajukan banding, tetapi ditolak oleh FIFA. Mereka berencana mengajukan kasus ini ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS).

FIFA telah merilis bukti-bukti yang menyanggah status legal tujuh pemain tersebut. Berikut adalah beberapa temuan yang menjadi sorotan:

Akta Lahir Kakek/Nenek Dipalsukan

Media Argentina, Capital de Noticias, mengklaim telah memperoleh dokumen resmi yang membantah klaim Facundo Garces dan Imanol Machuca mengenai asal-usul keluarga mereka. FIFA menyatakan bahwa akta kelahiran kakek Garces dipalsukan. FAM mengklaim kakeknya lahir di Penang pada 1930, tetapi dokumen asli menunjukkan ia lahir di Santa Fe, Argentina.

Dokumen resmi juga menunjukkan nenek Machuca lahir di Roldan, Provinsi Santa Fe, Argentina, bukan di Penang. Temuan ini menegaskan bahwa kedua pemain tidak memiliki garis keturunan Malaysia.

Arsip Belanda Ungkap Kebohongan Hector Hevel

FAM juga menaturalisasi Hector Hevel, pemain asal Belanda. FAM mengklaim kakek Hevel lahir di Melaka. Namun, netizen menemukan akta Hendrik Jan Hevel yang lahir di Den Haag melalui situs arsip Belanda, Wiewaswie.nl.

Pemain Keceplosan soal Keturunan

Facundo Garces sempat menyebut darah Malaysianya berasal dari kakek buyut, padahal FIFA hanya mengakui keturunan hingga kakek atau nenek. Dalam wawancara, Garces mengatakan, "Karena kakek buyut saya… Mereka bilang sedang membangun proyek menarik, dan itu membuat saya bersemangat." Ia kemudian mengklarifikasi bahwa itu hanya kesalahan transkrip.

Setelah Garces, giliran Gabriel Palmero yang keceplosan. Dalam sesi tanya jawab dengan FIFA, Palmero awalnya mengaku kakeknya berasal dari Venezuela dan neneknya dari Spanyol, lalu mengoreksi bahwa keduanya berasal dari Malaysia. FIFA menyoroti perubahan keterangan tersebut.

“Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol. Sorry maksud saya Malaysia," kata sang pemain.

Kesalahan Penulisan pada Akta Lahir

Pada dokumen Jon Irazabal, ditemukan kesalahan penulisan pada berkas yang diduga dipalsukan. Tertulis “Luching”, padahal seharusnya “Kuching”. Selain itu, terdapat pula indikasi kuat manipulasi dokumen, seperti bagian yang tampak diputihkan atau diblur.

Pemain Tidak Tahu Isi Dokumen

Ketujuh pemain mengaku tidak membaca dokumen aplikasi kewarganegaraan yang diajukan kepada pemerintah Malaysia, termasuk pernyataan bahwa mereka telah tinggal di Malaysia selama 10 tahun. Pengacara para pemain mengaku kepada FIFA bahwa mereka tidak diberikan kewarganegaraan berdasarkan tempat tinggal dan tidak membaca dokumen karena ditulis dalam "Bahasa Malaysia".

"Para pemain mengonfirmasi di persidangan bahwa beberapa dokumen ditulis dalam Bahasa Malaysia, yang tidak mereka ucapkan, dan bahwa tidak ada terjemahan yang diperoleh atau diminta oleh para pemain," menurut FIFA.

Pejabat yang Diskors Masih Beraktivitas

FIFA mengkritik ketidakjelasan implementasi skorsing terhadap Sekjen FAM, Noor Azman Rahman, yang tetap terlihat menghadiri sejumlah acara resmi. FIFA menilai hal ini merusak kredibilitas FAM.

Dalam keputusan bernomor 255, FIFA menyoroti bahwa FAM belum dapat mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen tersebut, menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas kontrol internal dan komitmen FAM terhadap integritas federasi.

Recommended