FIFA Tinjau Keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko

FIFA bertemu otoritas keamanan Meksiko membahas protokol keamanan Piala Dunia 2026, pasca insiden kekerasan di beberapa negara bagian.

FIFA telah bertemu dengan otoritas keamanan Meksiko untuk membahas protokol keamanan menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Pertemuan ini menyusul kekhawatiran atas insiden kekerasan yang terjadi di beberapa negara bagian Meksiko.

Meksiko, bersama Amerika Serikat dan Kanada, akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Meksiko dijadwalkan menggelar 13 pertandingan di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.

Sekretaris Keamanan Federal Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menyatakan bahwa berbagai aspek keamanan telah dibahas secara mendalam. "Kami meninjau protokol intelijen, pencegahan, dan pengerahan operasional yang diterapkan selama ajang internasional ini," kata Garcia Harfuch melalui media sosialnya.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah akan menjamin keamanan seluruh pengunjung selama turnamen. "Keamanan dijamin, dan ada pengawasan serta pemeriksaan yang cukup untuk memastikan tidak ada masalah sama sekali, sehingga ini akan menjadi Piala Dunia yang hebat dan damai," ujar Sheinbaum.

Sebelumnya, Sheinbaum juga berbicara dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan kepercayaan penuh pada kemampuan Meksiko untuk menyelenggarakan Piala Dunia dengan baik.

Kekhawatiran keamanan muncul setelah aksi kekerasan di Guadalajara dan 19 negara bagian lain, di mana toko, bank, dan kendaraan dibakar atau dijarah, serta pemblokiran jalan. Negara bagian Jalisco, basis utama Cartel Jalisco Nueva Generacion, menjadi pusat kerusuhan setelah penangkapan dan kematian Nemesio Oseguera Cervantes.

Meskipun ada kekhawatiran, pemerintah Meksiko dan FIFA terus bekerja sama untuk memastikan keamanan dan kelancaran Piala Dunia 2026 bagi pemain dan penggemar.

Recommended