Gelandang PSS Sleman, Frederic Injai, mengungkapkan kegembiraannya dalam menjalani ibadah puasa Ramadan di Indonesia, sebuah pengalaman baru baginya.
Untuk pertama kalinya, pemain asal Prancis ini merasakan suasana Ramadan yang berbeda dibandingkan dengan negara asalnya. Injai menikmati momen Ramadan di Indonesia. Ia merasakan perbedaan signifikan dibandingkan saat berpuasa di Prancis.
"Banyak orang yang berpuasa di sini, tidak sama dengan di Prancis. Saya suka suasananya dan pengalaman yang bagus," kata Frederic Injai.
Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia membuat Ramadan terasa lebih mudah. Ia merasakan bagaimana aktivitas sehari-hari seakan menyesuaikan dengan bulan suci ini.
"Indonesia negara muslim. Di Prancis bukan negara muslim. Di sini banyak orang yang berpuasa Ramadan, jadi terasa sangat mudah," ujar pemain berusia 30 tahun tersebut.
Selain itu, Injai juga mengaku jatuh cinta dengan kuliner Yogyakarta, terutama saat berbuka puasa. Ia antusias mencoba berbagai makanan tradisional.
Pengalaman Ramadan Injai di Sleman semakin lengkap dengan adanya ragam kuliner khas saat berbuka puasa. Ia sangat antusias mencoba berbagai makanan tradisional yang ditawarkan.
"Saya mencoba gorengan; pisang goreng, ubi bakar, banyak sekali makanan. Saya mencoba makanan tradisional," ungkap pemain dengan tinggi badan 198 cm tersebut.
Nasi goreng menjadi hidangan favoritnya. Sementara untuk minuman, ia memilih yang sederhana.
"Ya, nasi goreng sangat enak, saya suka itu. Saya sangat suka ubi bakar. Saya juga sudah coba bakso. Kalau minum saya belum coba yang aneh-aneh, cuma air putih saja," kata mantan gelandang Inter Milan U-19 itu.
Fokus pada Sisa Kompetisi
Di balik cerita hangat Ramadan ini, Injai tetap fokus pada perjuangan PSS Sleman di sisa musim kompetisi. Ia menegaskan tekadnya untuk membawa tim tersebut kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Di putaran terakhir ini, sekarang ada tujuh pertandingan sisa. Buat saya, tujuh laga ini adalah tujuh final. Ini sangat penting karena saya ingin membawa PSS Sleman ke Liga 1," tegasnya.
Saat ini, PSS memimpin klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan 42 poin dari 20 laga. Mereka unggul dua angka atas Persipura Jayapura dan empat poin dari Barito Putera.
"Saya ingin berpuasa bersama saudara laki-laki dan perempuan muslim saya di sini. Ramadan Kareem," ucapnya penuh semangat.