Rasa frustrasi yang dialami pembalap Fabio Quartararo terhadap motor Yamaha YZR-M1 bermesin V4 baru mencapai puncaknya pada hari pertama tes pramusim MotoGP di Buriram, Thailand, Sabtu lalu. Juara dunia MotoGP 2021 tersebut tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ke motornya sendiri, sebuah ekspresi kekesalan yang mendalam.
Tim Yamaha sendiri telah memperkenalkan YZR-M1 versi terbaru yang didesain ulang secara total sebagai andalan bagi Quartararo dan Alex Rins. Dilansir dari Bola, perubahan ini merupakan bagian dari upaya besar Yamaha untuk kembali ke barisan depan MotoGP.
Yamaha mengumumkan pada tahun 2024 bahwa mereka akan beralih dari desain mesin empat silinder segaris (Inline-4) yang telah lama digunakan ke mesin V4. Harapan besar disematkan pada proyek ini untuk mempercepat kebangkitan tim di MotoGP, menyelaraskan konfigurasi mesin mereka dengan tim-tim pesaing.
Proyek V4 juga dilihat sebagai langkah krusial untuk mempertahankan Fabio Quartararo agar tetap bersama tim Jepang tersebut setelah musim ini. Namun, kenyataannya, proyek mesin V4 Yamaha sejauh ini mengalami awal yang sulit dan bahkan disebut bencana selama pramusim 2026.
Tim tersebut kehilangan satu hari latihan di tes Sepang karena masalah mesin. Semua pembalap diistirahatkan karena alasan keselamatan saat investigasi dilakukan. Meskipun dapat berpartisipasi pada hari terakhir tes Sepang, Yamaha tampak menggunakan putaran mesin yang lebih rendah, menunjukkan bahwa mesin tersebut belum menunjukkan potensi penuhnya.
Quartararo dan Rins Kecewa dengan Performa Motor
Fabio Quartararo sendiri telah menunjukkan kurangnya antusiasme terhadap motor baru Yamaha sejak pertama kali mengendarainya akhir tahun lalu. Kecelakaan pada hari pertama tes resmi Sepang menyebabkan ia mengalami patah jari, yang membuatnya melewatkan sisa tes pramusim MotoGP Sepang untuk pemulihan.
Ketika kembali ke lintasan pada hari pertama tes Buriram, performa Yamaha ternyata belum banyak menunjukkan kemajuan. Kamera MotoGP bahkan menangkap momen Quartararo yang berapi-api di lintasan, mengacungkan jari tengah ke motor barunya, sebelum kemudian terlihat putus asa di garasi.
Adegan ini mengingatkan pada akhir pekan buruk Marc Marquez di Jerman pada tahun 2023, di mana ia juga memberikan isyarat serupa kepada motor Honda-nya. Marquez saat itu terjatuh lima kali di sirkuit yang telah ia dominasi, sebuah kejadian yang menandai awal dari akhir masa kebersamaannya dengan Honda.
Alex Rins, rekan setim Quartararo, juga mengungkapkan rasa frustrasinya. Setelah Grand Prix AS, Rins mengaku merasa "tidak berguna" di atas motor Yamaha-nya, bahkan mempertanyakan "apa yang saya lakukan di sini?". Masalah teknis, ditambah performa buruk M1, membuat motivasinya hancur.