Ribuan lubang misterius di sebuah gunung di Peru telah lama membuat ilmuwan penasaran. Setelah diteliti oleh para arkeolog, fungsi dari lebih dari 5.000 lubang tersebut kini mulai terungkap.
Para ilmuwan berhipotesis bahwa struktur yang dikenal sebagai 'Band of Holes' ini dahulu berfungsi sebagai sistem perdagangan sekaligus pencatatan barang oleh masyarakat kuno di wilayah Andes.
Situs Monte Sierpe terletak di Lembah Pisco, Peru selatan. Lubang-lubang tersebut membentang sepanjang sekitar 1,5 kilometer di sepanjang punggung bukit dan tersusun dalam blok-blok yang dipisahkan oleh jalur kecil.
Setiap lubang memiliki diameter sekitar 1-2 meter dan kedalaman sekitar 1 meter. Diperkirakan ada sekitar 5.200 lubang, disusun dalam pola yang tampak sangat teratur. Selama puluhan tahun, para ilmuwan telah mengembangkan berbagai teori mengenai fungsi lubang-lubang tersebut, mulai dari tempat penyimpanan, sistem pertanian, hingga penangkap air atau kabut.
Studi terbaru yang dipimpin oleh Dr. Jacob L. Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney, memberikan petunjuk baru setelah tim meneliti situs ini menggunakan pemetaan drone dan analisis sisa tanaman mikroskopis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya jejak serbuk sari jagung, alang-alang, dan tanaman lain yang biasa digunakan untuk membuat keranjang atau mengemas barang. Temuan ini mengindikasikan bahwa orang-orang kuno kemungkinan meletakkan barang dagangan atau bahan tanaman di dalam lubang tersebut, bukan sekadar terbentuk secara alami.
Seperti dikutip dari Earth.com, Selasa (17/3/2026), lokasinya yang berada di zona pertemuan antara wilayah pesisir dan dataran tinggi Andes menjadikannya tempat yang ideal sebagai titik pertemuan pedagang dari berbagai daerah.
Para peneliti juga menemukan bahwa pola lubang mengikuti susunan angka tertentu, seperti baris yang berulang atau kombinasi jumlah yang berbeda antar blok. Pola ini mengingatkan para ilmuwan pada khipu, yaitu sistem tali simpul yang digunakan oleh peradaban Inca untuk menghitung dan mencatat informasi.
"Pemeriksaan citra menunjukkan pola numerik yang menarik dalam tata letaknya," kata Jacob L. Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney yang memimpin penelitian tersebut.
Menurutnya, temuan ini memberikan petunjuk bahwa lubang-lubang tersebut mungkin berfungsi sebagai cara visual untuk menghitung barang atau tenaga kerja. Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini membuka perspektif baru tentang cara masyarakat kuno mengelola perdagangan dan sumber daya.
"Temuan kami membawa implikasi penting untuk memahami akuntansi, pertukaran, dan pengelolaan sumber daya di Andes," ujar Bongers.
Meskipun teori baru ini cukup kuat, para ilmuwan menekankan bahwa fungsi situs tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sampel arang dari salah satu lubang menunjukkan bahwa situs ini kemungkinan digunakan sekitar abad ke-14, sebelum atau pada masa awal ekspansi Kekaisaran Inca.
Para peneliti juga masih berusaha memahami mengapa struktur unik seperti ini hanya ditemukan di Monte Sierpe dan tidak tersebar luas di wilayah Andes lainnya. Meskipun demikian, satu hal mulai jelas: ribuan lubang yang dulu dianggap misterius kemungkinan merupakan bagian dari sistem ekonomi dan pencatatan masyarakat kuno yang jauh lebih canggih dari yang diperkirakan sebelumnya.