Fabio di Giannantonio Kagumi Kemampuan Valentino Rossi Analisis Sirkuit

Pembalap VR46 Racing Team Fabio di Giannantonio takjub dengan kemampuan Valentino Rossi membaca situasi lintasan MotoGP Catalunya dari pinggir trek.

Pembalap VR46 Racing Team Fabio di Giannantonio mengaku terpukau oleh keahlian Valentino Rossi yang mampu membaca situasi lintasan secara mendetail hanya dari pinggir trek MotoGP Catalunya pada sesi latihan Jumat (22-5-2026) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Bola.

Kemampuan analisis legenda balap dunia tersebut dinilai setara dengan ketepatan data telemetri. Hasil pengamatan tajam ini turut membantu Giannantonio meraih kemenangan pertama bagi timnya sejak musim 2023 di Katalonia.

Sorotan utama Giannantonio tertuju langsung pada cara Rossi mengevaluasi kinerja motor serta memantau jalannya sesi latihan.

"Luar biasa… kemampuan penglihatannya benar-benar gila," kata di Giannantonio setelah sesi latihan Jumat (22-5-2026) waktu setempat.

Rider asal Italia itu merasa terkejut karena sang mentor sanggup mendeteksi berbagai aspek teknis yang biasanya hanya bisa diidentifikasi melalui sensor data elektronik.

"Saya benar-benar terkejut karena dia melihat hal-hal yang biasanya cuma bisa dilihat dari data."

Ketelitian Rossi bahkan sempat membuat Giannantonio merasa heran seolah sang pemilik tim ikut memacu motor di atas aspal.

"Dia bisa melihat detail-detail itu, sampai Anda berpikir, 'apa dia tadi ada di lintasan bersama saya?'" imbuhnya.

Kejelian Rossi tidak terbatas pada performa pembalap di timnya sendiri, melainkan juga mencakup manuver serta kendala yang dialami oleh para rival di sirkuit.

"Dia juga bisa melihat banyak hal dari pembalap lain. Jadi, itu sangat menarik, sangat membantu, dan jadi kesempatan besar untuk belajar dan berkembang saat Vale ada di sini," ungkapnya.

Kehadiran Rossi di area paddock menjadi momen yang paling dinantikan oleh pembalap berusia 27 tahun tersebut untuk mendongkrak performa tim.

"Itulah mengapa saya sering bertanya, 'kapan Anda datang, kapan Anda datang?'" ucap pembalap Italia berusia 27 tahun itu.

Dukungan moral dan masukan teknis dari legenda bernomor 46 itu dinilai membawa dampak positif yang masif bagi atmosfer garasi.

"Bukan cuma karena kehadirannya yang sangat besar karena energi yang dia bawa luar biasa, tetapi karena Anda benar-benar bisa berkembang pesat kalau Vale ada di garasi tim," lanjutnya.

Akurasi analisis ini dianggap luar biasa mengingat Rossi sudah pensiun dari kelas utama MotoGP sejak balapan pemungkas di Valencia pada tahun 2021.

Situasi tersebut membuat Rossi belum pernah merasakan langsung karakteristik motor generasi mutakhir yang kini sangat bergantung pada pengembangan sistem aerodinamika. Meski demikian, adaptasi Rossi terhadap pembaruan teknis tetap berjalan instan hanya melalui diskusi singkat.

"Seolah-olah dia punya kemampuan luar biasa untuk memahami hal-hal baru dengan mudah, bahkan tanpa mencobanya sendiri," kata di Giannantonio.

Kemampuan komunikasi dua arah Rossi terbukti akurat dalam memberikan solusi yang relevan bagi pembalap.

"Anda menjelaskan sesuatu, lalu dia langsung mengerti. Ketika dia memberi komentar balik, komentarnya tepat. Seperti dia pernah mencobanya sendiri!"

Giannantonio pun menegaskan kekagumannya yang mendalam terhadap intuisi tingkat tinggi dari sang legenda MotoGP tersebut.

"Anda jadi berpikir, 'wow, bagaimana caranya bisa seperti itu?' Itu benar-benar luar biasa," kata di Giannantonio lagi.

Recommended