Guardiola Akui Arsenal Terbaik di Eropa Usai Dikalahkan Real Madrid

Pep Guardiola menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di Eropa saat ini, meski Manchester City baru saja tersingkir dari Liga Champions.

Manchester City tersingkir dari Liga Champions, namun Pep Guardiola tetap memberikan pujian tinggi kepada Arsenal. Ia bahkan menyebut Arsenal sebagai tim terbaik, bukan hanya di Inggris, tetapi juga di Eropa.

Man City harus mengakhiri perjalanannya di Liga Champions musim ini setelah kalah 1-2 dari Real Madrid di kandang, pada Rabu (18-3-2026) dini hari WIB. Sebelumnya, pada leg pertama di Santiago Bernabeu, mereka kalah 0-3.

Kini, fokus Man City beralih ke final Carabao Cup akhir pekan ini, di mana mereka akan berhadapan dengan Arsenal di Wembley. Guardiola pun tak ragu untuk menjadikan The Gunners sebagai favorit.

"Kami akan menghadapi tim terbaik di Inggris, sejauh ini juga yang terbaik di Eropa. Lihat saja hasil mereka di fase grup, mereka finis pertama dan mungkin hanya kalah tiga atau empat kali musim ini," ujar Guardiola.

Menurut Guardiola, pertandingan melawan Arsenal dapat menjadi tolok ukur untuk mengukur kekuatan timnya saat ini. "Terkadang, mereka memang lebih baik, jadi ini cermin bagus untuk melihat apa yang harus kami lakukan untuk mengalahkan mereka," katanya.

Meskipun hasil yang diraih belakangan ini kurang memuaskan, Guardiola tetap percaya pada kualitas timnya. "Hasilnya memang belum bagus, kecuali saat melawan Newcastle. Tapi, saya merasa kami adalah tim yang luar biasa."

Guardiola juga menegaskan bahwa konsistensi membutuhkan waktu. "Menurut saya, ini hanya soal waktu. Hal seperti ini juga terjadi di musim pertama saya di sini. Kami butuh sedikit waktu," ucapnya.

Selain itu, Guardiola meluruskan anggapan bahwa Real Madrid adalah tantangan terbesarnya. Ia justru mengatakan Jurgen Klopp dan Liverpool sebagai lawan terberat yang pernah dihadapinya. "Bukan, tantangan terbesar saya adalah Jurgen Klopp di Liverpool," tegasnya.

"Anda mungkin tidak sepenuhnya menyadari seperti apa rasanya menghadapi Liverpool. Laga-laga itu jadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi tim," ungkap pelatih berusia 55 tahun itu.

Recommended