Bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi, menghadapi gugatan hukum dari promotor acara VID Music Group di pengadilan wilayah Miami-Dade pada Maret 2026. Gugatan tersebut diajukan karena Messi diduga melanggar kesepakatan kontrak bernilai jutaan dolar setelah absen dalam laga persahabatan tahun lalu.
Dilansir dari Bola, VID Music Group melayangkan tuntutan atas dugaan penipuan dan pelanggaran kontrak yang melibatkan Messi serta Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Perusahaan tersebut mengklaim mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat ketidakhadiran sang pemain di lapangan.
Berdasarkan dokumen pengadilan, VID Music Group sebelumnya telah menyepakati kerja sama eksklusif dengan AFA pada musim panas 2025. Perjanjian tersebut memberikan hak bagi promotor untuk mengelola dua pertandingan uji coba Timnas Argentina melawan Venezuela dan Puerto Riko pada Oktober 2025.
Poin krusial dalam kontrak tersebut mewajibkan Messi untuk merumput minimal selama 30 menit pada setiap pertandingan, kecuali dalam kondisi cedera. Kehadiran peraih gelar pemain terbaik dunia tersebut dianggap sebagai elemen vital bagi nilai komersial pertandingan, termasuk penjualan tiket dan hak siar.
"Gugatan ini menyatakan bahwa partisipasi Lionel Messi merupakan syarat penting dalam perjanjian, menjadi komponen utama kontrak dan berkaitan langsung dengan kelayakan komersial pertandingan," kata Ralph Patino, penasihat hukum VID Music Group.
Persoalan memuncak ketika Messi hanya duduk di ruang khusus Stadion Hard Rock, Florida Selatan, saat Argentina menghadapi Venezuela pada 10 Oktober 2025. Padahal, sehari setelah laga tersebut, ia tampil membela Inter Miami melawan Atlanta di kompetisi MLS dan mencetak dua gol.
Meskipun Messi bermain penuh saat melawan Puerto Riko pada 14 Oktober 2025, animo penonton tetap rendah hingga harga tiket diturunkan menjadi 25 dolar AS. Pihak AFA berdalih bahwa minimnya penjualan tiket disebabkan oleh pengetatan operasi imigrasi yang sedang berlangsung di Amerika Serikat saat itu.
Hingga saat ini, pihak Lionel Messi maupun federasi sepak bola Argentina belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuntutan ganti rugi tersebut. Kasus ini kini tengah diproses lebih lanjut oleh otoritas hukum di Miami-Dade.