Masa depan Lewis Hamilton di Formula 1 terjawab sudah. Menjelang musim 2026, pembalap Ferrari ini menyatakan belum berencana pensiun.
Hamilton akan menjalani musim kedua bersama Ferrari setelah bergabung pada awal 2025. Kontrak awal berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Debut Hamilton bersama Ferrari kurang memuaskan. Ia finis di posisi ketujuh klasemen akhir dan sering kalah cepat dari rekan setimnya, Charles Leclerc.
Selain perubahan di lintasan, terjadi perubahan pada timnya. Riccardo Adami, race engineer Hamilton, dipindahkan untuk menangani program akademi pembalap Ferrari. Penggantinya belum diumumkan.
Hamilton mengakui bahwa situasi ini berpotensi merugikan karena ia harus beradaptasi dengan tim kerja baru di tengah musim. Saat ini, ia bekerja sama dengan Carlo Santi, mantan race engineer Kimi Raikkonen.
Sky Sports melaporkan bahwa kolaborasi ini bersifat sementara. Ferrari mempertimbangkan Cedric-Michel Grosjean, mantan performance engineer McLaren.
Performa Ferrari di lintasan uji coba pramusim menjanjikan. Dalam tes di Bahrain, tim mengalami sedikit masalah reliabilitas.
Mereka mencoba pembaruan inovatif pada sayap belakang yang diklaim mampu meningkatkan kecepatan puncak hingga 10 km/jam. Desain ini memungkinkan sayap belakang berputar hingga 270 derajat saat sistem aerodinamika aktif.
Menurut AutoRacer, inovasi ini mengejutkan para engineer dari Mercedes dan Red Bull Racing. Leclerc mencatatkan waktu tercepat dengan selisih lebih dari delapan persepuluh detik pada hari terakhir pengujian.
Pernyataan Lewis Hamilton
Hamilton sempat terlihat murung di akhir musim 2025. Ia mengaku tidak menantikan musim 2026 setelah finis kedelapan di Grand Prix Las Vegas. Namun, nada bicaranya berubah.
Melalui Instagram, Hamilton menyampaikan pesan bahwa dirinya belum akan pensiun. Ia merasa "di-reset dan disegarkan kembali", setelah sempat "lupa siapa dirinya".
"Melihat sebuah tim mengerahkan segalanya untuk membangun mobil itu sangat menginspirasi," tulis Hamilton.
"Itu adalah bagian paling menarik dari pekerjaan ini bagi saya.""
"Semuanya dibangun dari nol dan dirancang serta dirancang ulang berulang kali. Dan kemudian hanya segelintir dari kami yang bisa menguji mesin itu."
"Perasaan itu tidak pernah menjadi tua. Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua orang di tim di factory atas kerja kerasnya hingga sampai di titik ini!! Saya sungguh sangat bersyukur."
"Saya sangat mencintai pekerjaan ini dan saya suka bekerja dengan tim saya serta membalap untuk para penggemar," akunya.
"Saya sangat beruntung bisa melakukan apa yang saya lakukan. Dan saya bersemangat menyambut musim yang akan datang," lanjut Hamilton.
"Saya sudah di-reset dan disegarkan kembali. Saya tidak akan ke mana-mana, jadi, tetaplah bersama saya."
"Untuk sesaat, saya lupa siapa diri saya, tetapi berkat Anda dan dukungan Anda, Anda tidak akan melihat pola pikir itu lagi," ungkap pembalap Inggris berusia 41 tahun itu.
"Saya tahu apa yang perlu dilakukan. Ini akan menjadi musim yang luar biasa. Saya telah memberikan segalanya untuk berada di sini hari ini. Ayo tim!!!"