Lewis Hamilton mengakui bahwa mobil Ferrari yang dikendarainya belum menunjukkan performa yang cukup kompetitif. Hal ini diungkapkan setelah sesi latihan bebas pada Jumat di Grand Prix Jepang.
Sirkuit Suzuka yang teknis dan menantang justru menyoroti kelemahan Ferrari. Hamilton dan Charles Leclerc terlihat kesulitan mengendalikan SF-26 secara maksimal.
Hamilton hanya mampu finis di posisi keenam pada sesi FP2, tertinggal 0,847 detik dari Oscar Piastri (McLaren) yang menjadi tercepat. Leclerc berada tepat di depannya. Hasil ini mengindikasikan Ferrari masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin bersaing di barisan depan.
Hamilton mengungkapkan bahwa masalah utama Ferrari saat ini adalah performa yang belum maksimal, bukan kenyamanan berkendara. "Sirkuit ini luar biasa. Secara umum mobil terasa cukup baik. Hanya saja saat ini belum cukup cepat, dan saya rasa ini soal keseimbangan. Kami harus bekerja keras semalaman untuk mencari setelan yang lebih tepat," ujar Hamilton.
Ia juga mengakui sempat kehilangan rasa percaya diri saat mengemudi, yang sangat penting di lintasan seperti Suzuka. Hamilton realistis ketika ditanya tentang potensi Ferrari pada hari Sabtu. Menurutnya, penggunaan energi perlu diperbaiki, selain mencari setelan mobil yang optimal.
"Sulit untuk dikatakan. Ada banyak waktu yang hilang di lintasan lurus, sekitar empat persepuluh detik menuju Tikungan 1 dibandingkan McLaren," ungkapnya.
Regulasi Baru Jadi Tantangan
Hamilton menyinggung regulasi baru musim 2026 yang menghadirkan tantangan, terutama dalam manajemen energi. "Super clipping jelas bukan hal yang menyenangkan. Anda masuk ke beberapa bagian lintasan dengan kondisi seperti meluncur tanpa tenaga," katanya.
Ia menilai kondisi tersebut mengurangi keseruan mengemudi di Suzuka, meski mobil tetap terasa menyenangkan di beberapa sektor. "Bagian itu mungkin yang paling tidak menyenangkan dari perubahan aturan ini. Tapi di luar itu, mobil terasa cukup baik dan tetap menyenangkan untuk dikendarai," lanjutnya.
Ferrari Akui Kesenjangan Sesuai Perkiraan
Direktur Olahraga Ferrari, Diego Ioverno, mengakui bahwa performa tim pada hari Jumat sesuai dengan prediksi. "Saya rasa selisihnya kurang lebih sesuai dengan yang kami perkirakan. Ini juga sejalan dengan dua balapan sebelumnya, terutama dalam simulasi jarak pendek," ujarnya.
Ferrari berupaya melakukan perbaikan dengan menganalisis data untuk mengatasi masalah kecil, termasuk manajemen mobil. Ioverno menyoroti keluhan Hamilton terkait kurangnya kepercayaan diri saat mengemudi. Karakteristik lintasan Suzuka dan permukaan baru di sektor kedua menjadi tantangan tambahan bagi para pembalap.
"Faktor kunci adalah memastikan ban langsung bekerja sejak lap pertama," kata Ioverno.