Lewis Hamilton menyatakan kekecewaannya setelah sesi kualifikasi Formula 1 GP Jepang 2026 di Sirkuit Suzuka. Pembalap Ferrari tersebut merasa timnya masih belum mampu menyaingi tim-tim unggulan.
Dalam sesi kualifikasi, Hamilton hanya mampu meraih posisi keenam. Ia tertinggal dari dua pembalap McLaren dan juga rekan setimnya, Charles Leclerc.
Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes berhasil merebut pole position dengan selisih waktu yang cukup signifikan. Hamilton terpaut sekitar 0,789 detik, yang menunjukkan adanya perbedaan performa yang cukup besar.
Padahal, Hamilton sempat menunjukkan performa yang menjanjikan di GP China dan menjadi penantang terdekat Mercedes. Akan tetapi, hasil di Suzuka memperlihatkan bahwa Ferrari masih memiliki banyak hal yang perlu ditingkatkan.
Hamilton mengakui bahwa performanya dalam kualifikasi mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya, tetapi hasil akhirnya tetap belum memuaskan.
“Kemarin saya sedikit kesulitan, tetapi hari ini jauh lebih baik. Q1 berjalan cukup oke, lalu terus membaik,” ujarnya.
Meski demikian, ia tidak menyangkal bahwa Ferrari masih tertinggal jauh dari para pesaing utama.
“Kami masih sangat, sangat tertinggal dari mereka. Saya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik, tetapi itu belum cukup saat ini,” tegasnya.
Hamilton menjelaskan bahwa masalah utama berasal dari kombinasi sistem energi dan karakteristik mobil. Ia juga mengungkapkan bahwa kesalahan kecil dapat berdampak besar pada performa.
“Distribusi energi jelas menjadi bagian besar. Pada lap pertama, saya sempat unggul dari Charles, tetapi kehilangan sekitar dua setengah persepuluh detik di lintasan lurus karena sedikit oversteer yang mengubah seluruh algoritma,” jelasnya.
Tantangan Regulasi Baru di Suzuka
Hamilton menyoroti dampak regulasi baru yang membuat mobil lebih sulit dikendalikan dalam kondisi tertentu. Ia merasa bahwa sistem yang berlaku saat ini kurang ideal bagi pembalap.
“Seharusnya Anda bisa mengoreksi mobil dan tetap melanjutkan. Tapi dengan aturan sekarang, itu tidak berjalan seperti yang diharapkan,” katanya.
Selain Mercedes, Hamilton juga melihat McLaren sebagai ancaman serius seiring dengan peningkatan performa mereka.
“Mereka jelas punya mobil yang bagus. Saat mereka mulai memaksimalkan mesin Mercedes itu, kami bisa semakin tertinggal,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa Ferrari perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan ini.
“Kami punya pekerjaan besar untuk menutup gap ini. Mesin memang berpengaruh, tapi sasis kami juga belum selevel Mercedes, terutama di tikungan,” tambahnya.
Suzuka Kurang Menyenangkan dengan Mobil 2026
Lebih lanjut, Hamilton mengungkapkan bahwa Suzuka menjadi salah satu lintasan yang paling tidak menyenangkan dengan mobil generasi 2026. Manajemen energi membuat pembalap tidak bisa memacu mobil secara maksimal sepanjang lap.
“Lintasan ini sangat menuntut, terutama di sektor awal. Tapi setelah Tikungan 6, Anda tidak bisa terus menekan karena harus menghemat energi,” ujarnya.
“Itu membuatnya jadi salah satu yang paling tidak menyenangkan. Seharusnya kita bisa menggunakan tenaga penuh sepanjang lap, dan itu menurut saya bagian penting dari balapan,” lanjutnya.
Menjelang balapan utama, Hamilton mengaku belum bisa memprediksi jalannya lomba, terutama karena karakteristik Suzuka yang sulit untuk menyalip.
“Saya tidak benar-benar tahu bagaimana balapannya nanti. Biasanya tidak banyak overtake di sini, jadi mungkin akan lebih sedikit dibanding balapan sebelumnya. Tapi semoga tetap ada peluang,” tutupnya.
Dengan situasi saat ini, Ferrari dituntut untuk segera menemukan solusi agar dapat kembali bersaing di barisan terdepan Formula 1 musim 2026.