Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada awal Januari lalu telah menarik perhatian. Herdman menggantikan Patrick Kluivert dan berhasil membawa Tim Merah-Putih meraih kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026, tanggal 27 Maret 2026. Keberhasilan ini menandai awal yang menjanjikan bagi pelatih asal Inggris tersebut.
Meski demikian, mantan bek Timnas Indonesia, Herry Kiswanto, menyoroti pentingnya dukungan penuh dari berbagai pihak. Ia berharap agar situasi yang kurang kondusif, seperti pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert sebelumnya, tidak terulang kembali, demikian dilansir dari Bola.
Herry Kiswanto menekankan agar Herdman diberikan waktu yang cukup untuk bekerja. Menurutnya, kegaduhan di masa lalu harus dijadikan pelajaran. “Berilah waktu untuk pelatih baru ini. Jadi yang sudah-sudah kemarin hiruk pikuk dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert itu memang sudah blunder ya. Ambil saja hikmahnya,” ujarnya dalam kanal YouTube Bicara Bola.
Stabilitas dan kekompakan tim dinilai Herry sebagai faktor krusial dalam membangun skuad nasional yang solid. Hal ini mencakup manajemen, staf pelatih, dan para pemain. Pemain, menurutnya, memegang peranan penting dalam mewujudkan kesolidan tersebut.
Pelatih berusia 70 tahun ini meyakini bahwa dengan tim yang kompak, dukungan dari suporter akan kembali ramai. “Saya yakin dengan tim yang solid, baik pengurus, pelatih dan pemain. Pemain jadi kunci, kalau tim solid semuanya saya yakin bisa ada penonton kembali lagi akan lebih riuh,” tambahnya.
Herry juga mengingat kembali bagaimana Timnas Indonesia sempat memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia. Namun, situasi internal yang kurang kondusif disebutnya menyebabkan performa tim menurun. Ia berharap, kali ini semua pihak dapat mendukung penuh pelatih baru.
Peran Pengurus dan Struktur Organisasi
Mantan pelatih PSS Sleman ini juga menyoroti kompleksitas struktur organisasi sepak bola di Tanah Air saat ini. Perubahan ini berbeda jauh dengan era ketika dirinya masih aktif bermain. Dulu, pengurus hanya terdiri dari empat orang: Ketua Umum, Bendahara, Sekretaris, dan Humas, yang cenderung memiliki satu suara.
“Beda zaman saya, sekarang pengurus ada banyak. Dulu zaman saya enggak ada Exco sehingga ini omong-omongannya pasti ada yang senang dengan pelatih ini, ada yang senang ini. Nah, jangan sampai begitu,” jelas Herry. Ia berharap perbedaan pandangan di antara pengurus tidak mengganggu kinerja tim.
Herry menambahkan, “Tolong ini sikapi dengan baik supaya mendatangkan Herdman bisa sukses sepak bola kita.” Pesannya adalah agar sinergi antar pengurus dapat terjalin demi kesuksesan Herdman bersama Timnas Indonesia.
Menantikan Racikan Strategi John Herdman
Mengenai karakter pelatih yang paling cocok untuk Timnas Indonesia, Herry Kiswanto memilih untuk menunggu dan melihat strategi serta gaya bermain yang akan diterapkan John Herdman. Ia belum mengetahui secara persis metode kepelatihan Herdman atau bagaimana ia akan meracik tim.
Herry berharap game plan yang disusun Herdman dapat dijalankan dengan baik oleh para pemain, sehingga menghasilkan irama permainan yang selaras. “Apa yang diinginkan pelatih tentunya harus bisa disesuaikan dengan atlet-atlet. Berilah Herdman kesempatan untuk merekrut pemain yang memang game plan sesuai dengan programnya dia,” pungkasnya.
Dengan awal yang menjanjikan, publik kini menantikan konsistensi John Herdman dalam membangun Timnas Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi kunci bagi Garuda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah internasional.