Hodgson Peringatkan Toprak: Musim MotoGP 2026 Jadi Ujian Berat

Legenda WorldSBK, Neil Hodgson, menilai debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 bersama Pramac Yamaha akan menjadi tantangan psikologis.

Legenda WorldSBK, Neil Hodgson, mewanti-wanti Toprak Razgatlioglu bahwa musim perdananya di MotoGP 2026 dengan tim Pramac Yamaha berpotensi menghadirkan tantangan mental yang signifikan.

Setelah meninggalkan Superbike, Toprak Razgatlioglu kembali ke Indonesia dengan status pebalap MotoGP. Ia akan membela tim Prima Pramac Yamaha pada MotoGP 2026.

Hodgson memprediksi Toprak Razgatlioglu akan berjuang keras untuk sekadar meraih satu poin di banyak balapan MotoGP 2026. Menurutnya, pembalap Turki itu sudah tertinggal 0,7 detik karena kelemahan motor Yamaha.

Keputusan Toprak meninggalkan statusnya sebagai pembalap top World Superbike bersama BMW untuk bergabung dengan Pramac Racing, tim yang berada di posisi terakhir klasemen MotoGP musim lalu, dianggap sebagai langkah berani namun berisiko. Hasil tes pramusim MotoGP Sepang juga menunjukkan bahwa Yamaha dan Pramac Racing masih mengalami kesulitan.

Mesin V4 terbaru Yamaha dinilai kurang bertenaga dan belum sepenuhnya andal. Secara individu, Toprak Razgatlioglu juga mengaku belum merasa nyaman dan adaptasi ke motor MotoGP ternyata lebih sulit dari perkiraannya. Pramac bahkan meminta Toprak untuk mengerem lebih awal demi memaksimalkan exit corner dan ia memutuskan kembali menggunakan paket aerodinamika yang dipakai saat tes Valencia November lalu.

Sebagai perbandingan, seluruh pembalap Yamaha mengalami kesulitan di MotoGP 2025. Jack Miller, rekan setim Razgatlioglu, finis di urutan ke-17, sementara Alex Rins dan Miguel Oliveira berada di urutan ke-19 dan ke-20. Fabio Quartararo menjadi yang terbaik dari Yamaha dengan menempati posisi ke-9.

Hodgson, yang memenangkan gelar World Superbike pada tahun 2003 dan kemudian pindah ke MotoGP bersama tim d’Antin Ducati, hanya berhasil meraih tiga kali finis di posisi 10 besar dan menempati peringkat ke-17 di klasemen sebelum meninggalkan kelas tersebut.

Hodgson khawatir bakat fenomenal Toprak akan sia-sia di MotoGP 2026. Ia memperingatkan bahwa Toprak harus siap berjuang di bulan-bulan mendatang.

"Ketika semua orang menepuk punggungmu, dan kamu adalah orang hebat, Toprak luar biasa, dia bintangnya, dia pusat perhatian, begitu kamu kehilangan itu, dan dia akan kehilangan itu tahun ini, tidak ada dua pilihan, dia tidak akan menjadi pahlawan itu lagi. Dia akan balapan di batas kemampuannya, berjuang untuk posisi ke-15," tutur Hodgson.

Hodgson menambahkan, "Tahukah kamu apa yang terjadi? Kamu membencinya. Kamu membenci setiap bagiannya. Masalah dengan MotoGP, terlebih lagi sekarang, adalah ada 22 putaran. Tidak pernah berakhir."

Hodgson berharap Toprak tidak berkecil hati dan terus berjuang keras. Ia juga berharap Yamaha meningkatkan paket motornya agar cocok untuk Toprak.

"Apa yang telah saya saksikan darinya sebagai pembalap sangat fenomenal. Dia sangat berbakat, tetapi dia perlu melewati masa ini. Dia memiliki tahun yang sangat sulit di depannya," lanjutnya.

Jika Toprak tampil apik bersama Pramac, bukan tidak mungkin kursi di tim pabrikan Yamaha akan menjadi miliknya pada MotoGP 2027.

Recommended