Liga Belanda saat ini tengah menghadapi isu serius terkait status kewarganegaraan puluhan pemain, yang oleh media Belanda, Telegraaf, dijuluki "paspoortgate". Situasi ini berdampak pada sejumlah klub dan melibatkan empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Keempat pemain Timnas Indonesia yang terdampak adalah Dean James dari Go Ahead Eagles, Justin Hubner dari Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On dari Willem II, dan Tim Geypens dari FC Emmen. Mereka untuk sementara dinonaktifkan dari aktivitas klub, baik latihan maupun pertandingan.
Menurut laporan yang dilansir dari Bola, permasalahan ini bermula dari aduan NAC Breda terhadap bek Dean James dari Go Ahead Eagles, mempertanyakan status kewarganegaraannya. Dean James telah dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025, yang secara hukum mengindikasikan penanggalan paspor lamanya, mengingat Indonesia dan Belanda tidak mengakui dwikewarganegaraan.
Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IDN) sedang melakukan penyelidikan terhadap administrasi 25 pemain, baik putra maupun putri. Penyelidikan ini bertujuan memastikan apakah para pemain tersebut kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah membela tim nasional di luar Uni Eropa.
Telegraaf menyatakan, "Sejumlah klub yang terdampak kasus paspor di sepak bola profesional berharap tetap dapat memainkan pemain yang status kewarganegaraannya kini dipertanyakan pada pekan pertandingan berikutnya." Pihak klub dan pemain berupaya keras melalui berbagai jalur untuk mengembalikan status kelayakan bermain mereka.
Implikasi dan Persyaratan Pemain Non-Uni Eropa
Apabila hasil penyelidikan IDN menunjukkan bahwa para pemain tidak lagi memenuhi syarat bermain, para ahli hukum menilai masih ada cara untuk memperbaiki situasi dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu solusi yang diulas oleh Telegraaf adalah dengan membuat pemain kembali memenuhi syarat menggunakan paspor asing mereka, seperti yang dilakukan AFC Ajax saat mendatangkan kiper naturalisasi Timnas Indonesia, Maarten Paes, pada Februari 2026.
Namun, kendala lain muncul untuk pemain non-Uni Eropa di Belanda. Mereka wajib memiliki izin kerja dan minimal gaji sebesar 608 ribu euro atau setara dengan Rp11,8 miliar. "Karena mereka berstatus pemain internasional, mereka pada dasarnya memenuhi syarat untuk mendapatkan izin kerja. Namun, persyaratan gaji sebesar 608.000 euro menjadi kendala bagi banyak klub," ungkap Telegraaf.
Opsi Kewarganegaraan Kembali dan Pengawasan KNVB
Opsi lain yang dipertimbangkan adalah mengajukan kembali kewarganegaraan Belanda. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan dalam skenario tercepat. Namun, Telegraaf menjelaskan bahwa selama proses tersebut, para ahli hukum berpendapat para pemain bisa memperoleh izin tinggal sementara, memungkinkan mereka kembali bermain segera.
Kekurangan dari jalur ini adalah potensi masalah terkait kelayakan mereka untuk membela tim nasional baru. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melakukan pengawasan ketat, hanya mengizinkan pemain yang memenuhi syarat sesuai aturan di Belanda untuk dimainkan.
Pernyataan KNVB menegaskan bahwa "Pemain bertanggung jawab untuk melaporkan perubahan status kewarganegaraan mereka kepada otoritas terkait, dan klub bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pemain yang mereka turunkan memang memenuhi syarat bermain." Diharapkan, para pemain yang terlibat dapat kembali bermain di Liga Belanda pada pekan depan, dengan Eredivisie memasuki pekan ke-30 pada 11-12 April 2026 dan Eerste Divisie menggelar pekan ke-35 pada 6-7 April 2026.