Igor Tudor Dikritik Usai Tottenham Dibantai Atletico Madrid

Kekalahan Tottenham Hotspur dari Atletico Madrid memicu kritik terhadap Igor Tudor, terutama perlakuan pada kiper Antonin Kinsky.

Kekalahan telak Tottenham Hotspur dengan skor 2-5 dari Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions berbuntut kritik terhadap pelatih Igor Tudor. Sorotan utama tertuju pada perlakuannya terhadap kiper muda, Antonin Kinsky.

Kinsky ditarik keluar lapangan baru 16 menit pertandingan berjalan di Metropolitano Stadium, Rabu (11-3-2026) dini hari WIB, setelah Spurs kebobolan tiga gol.

Keputusan tersebut membuat analis TNT Sports, Joe Hart, merasa "tercengang" dengan cara Tudor menangani situasi tersebut. Babak pertama menjadi mimpi buruk bagi Tottenham dengan kebobolan empat gol dalam 22 menit. Tiga gol pertama terjadi sebelum Kinsky diganti, dua di antaranya akibat kesalahan sang kiper.

Penampilan tersebut seharusnya menjadi debut starter Kinsky di Liga Champions, namun berubah menjadi pengalaman pahit. Hart menilai situasi semakin buruk karena Tudor tidak memberikan respons apapun saat Kinsky meninggalkan lapangan.

Ketika kesalahan Kinsky terjadi pada gol ketiga, Hart mengaku ikut merasakan penderitaan sang pemain. "Itu umpan yang sangat sulit dan dia benar-benar salah menanganinya. Dari kaki kiri ke kaki kanan. Astaga. Hati saya hancur melihatnya," kata Hart.

Hart menegaskan bahwa Kinsky memang bermain buruk dalam 14 menit, tetapi perlakuan Tudor dinilai lebih mengejutkan. "Dia menjalani 14 menit yang buruk, tidak ada yang bisa membantah itu. Bahkan seluruh stadion terlihat merasa kasihan kepadanya. Tapi, Anda lihat Tudor bahkan tidak mengakui keberadaan kipernya. Jika itu yang disebut manajemen pemain, saya benar-benar tercengang," ujarnya.

Hart juga kembali menegaskan simpatinya kepada Kinsky. "Saya mencoba memahami situasinya, dan perasaan saya secara keseluruhan adalah hati saya benar-benar hancur untuk anak itu. Saya tahu ini tempat yang keras, ini Liga Champions, dan ini pertandingan yang sangat penting," tutur Hart.

Awal Petaka Spurs

Tudor memberi kesempatan kepada Kinsky di Madrid setelah Vicario mendapat kritik atas penampilan buruk sebelumnya. Namun, keputusan itu menjadi bumerang. Kesalahan pertama Kinsky terjadi saat terpeleset, yang dimanfaatkan Marcos Llorente untuk mencetak gol pembuka pada menit keenam.

Atletico menambah keunggulan melalui Antoine Griezmann pada menit ke-14. Tak lama kemudian, Kinsky kembali membuat kesalahan fatal. Umpannya jatuh ke kaki Julian Alvarez yang dengan mudah mencetak gol ketiga, menutup 15 menit mimpi buruk bagi Spurs.

Meski Tudor berharap pergantian kiper bisa mengubah situasi, kenyataannya tidak demikian. Vicario juga kebobolan lima menit setelah masuk. Tottenham sempat memperkecil skor menjadi 4-1 sebelum turun minum, namun lini belakang Spurs kembali tampil buruk pada menit ke-54.

Man Management Terburuk

Komentator TNT Sports lainnya, Steve McManaman, juga mengkritik tajam Tudor. Ia bahkan menyebut perlakuan Tudor sebagai contoh "man management pada level terburuk".

"Anda bisa melihat ada seorang staf di belakang, berpakaian hitam, yang menghampirinya dan memeluknya. Dua atau tiga pemain juga memeluknya," kata McManaman. "Kiper muda itu menjalani malam yang mengerikan setelah dipilih oleh pelatihnya sendiri. Tapi, pelatihnya bahkan tidak mengakuinya, tidak menghampiri untuk mengatakan maaf, atau 'jangan khawatir', tidak merangkulnya, tidak melakukan apa pun untuk meredakan situasi," cetusnya.

Recommended