Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan performa yang sangat impresif. Pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026), indeks melompat tajam 1,5% atau bertambah 124,3 poin hingga nangkring di level psikologis baru 8.396. Kenaikan ini seolah menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar bahwa optimisme domestik masih terjaga kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Dibalik moncernya kinerja indeks, pergerakan dana pemodal mancanegara menjadi motor utama penggerak pasar. Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai yang cukup fantastis di seluruh pasar. Fenomena ini menarik perhatian karena menunjukkan kepercayaan modal luar negeri terhadap fundamental emiten kelas kakap di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sangat solid.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari Stockbit, aliran dana asing yang masuk mencapai angka triliunan rupiah dalam sehari perdagangan. Saham-saham sektor perbankan dan komoditas tampaknya masih menjadi primadona yang paling diburu untuk mengisi portofolio mereka. Bagi Anda yang sedang menyusun strategi investasi minggu ini, mencermati arah akumulasi asing bisa menjadi kompas penting dalam mengambil keputusan.
Detail Akumulasi Asing: Perbankan Masih Jadi Tulang Punggung
Dominasi sektor perbankan dalam daftar belanja asing kali ini sangat terlihat jelas. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin di urutan pertama sebagai saham yang paling banyak dikoleksi. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap kinerja laporan keuangan tahunan dan prospek pembagian dividen yang biasanya diumumkan pada kuartal pertama.
Selain perbankan, sektor mineral dan pertambangan juga menunjukkan tajinya. PT Antam Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) masuk dalam jajaran lima besar. Masuknya dana asing ke sektor ini seringkali dikaitkan dengan pergerakan harga komoditas global serta rencana hilirisasi industri yang terus diperkuat oleh pemerintah.
Daftar 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar (Senin, 23/2/2026)
Berikut adalah rincian emiten yang mencatatkan transaksi beli bersih terbesar oleh investor asing pada penutupan perdagangan kemarin:
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 393,5 miliar
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 328 miliar
-
PT Antam Tbk (ANTM): Rp 133,5 miliar
-
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Rp 115,8 miliar
-
PT Timah Tbk (TINS): Rp 100,3 miliar
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 69,6 miliar
-
PT Astra International Tbk (ASII): Rp 62,3 miliar
-
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 55,8 miliar
-
PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 47,1 miliar
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 43,8 miliar
Analisis Likuiditas dan Gairah Pasar Modal
Nilai transaksi harian di bursa yang menembus Rp 24 triliun menandakan likuiditas pasar yang sangat sehat. Partisipasi aktif dari investor ritel maupun institusi terlihat dari frekuensi perdagangan yang mencapai 2,97 juta kali dengan volume transaksi sebanyak 46,3 miliar saham. Kondisi market yang “ramai” seperti ini biasanya menjadi momen yang tepat bagi trader untuk memanfaatkan volatilitas harga.
Secara statistik, sebanyak 484 saham berhasil menguat, sementara 227 saham mengalami koreksi, dan 247 saham lainnya stagnan. Dominasi saham yang menghijau ini membuktikan bahwa penguatan indeks didorong secara merata (broad-based rally), bukan hanya ditopang oleh satu atau dua saham berkapitalisasi besar saja.