Igor Tudor dilaporkan menghadapi tekanan besar setelah awal yang kurang memuaskan sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Meskipun baru ditunjuk bulan lalu dengan kontrak hingga akhir musim, posisinya disebut-sebut belum sepenuhnya aman.
Manajemen klub mulai mempertimbangkan potensi perubahan di kursi pelatih menyusul serangkaian hasil negatif. Tottenham menderita beberapa kekalahan, termasuk saat melawan Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace.
Kekalahan 1-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri semakin meningkatkan tekanan pada Tudor. Performa tim dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Situasi semakin sulit karena Tottenham akan menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions. Pertandingan ini dianggap krusial dalam menentukan masa depan Tudor. Kekalahan berpotensi memicu keputusan cepat dari klub terkait posisi pelatih.
Tudor sebelumnya mengklaim melihat perkembangan positif saat melawan Crystal Palace, meski akhirnya kalah. Namun, media Inggris melaporkan klub sudah mempertimbangkan opsi lain jika situasi memburuk.
Salah satu nama yang kembali dikaitkan dengan Tottenham adalah Roberto De Zerbi. Pihak Spurs dikabarkan telah melakukan pembicaraan awal tentang kemungkinan menunjuk De Zerbi sebagai pelatih baru.
De Zerbi sebelumnya pernah masuk daftar kandidat pelatih Tottenham. Ia baru saja meninggalkan Olympique de Marseille setelah periode yang cukup menarik.
Selama melatih Marseille, De Zerbi mencatatkan 39 kemenangan dan 20 kekalahan dari 69 pertandingan.
Meski belum meraih banyak trofi besar, De Zerbi dianggap sebagai pelatih dengan reputasi baik di Eropa.
Reputasi dari Brighton
De Zerbi mulai mendapat perhatian besar saat menangani Brighton & Hove Albion di Premier League. Dalam dua musim, ia dikenal berhasil membangun gaya permainan menyerang yang atraktif dan kompetitif.
Kesuksesan itu meningkatkan reputasinya sebagai pelatih modern. Sebelum ke Marseille, De Zerbi sempat disebut sebagai salah satu pelatih muda paling menarik di Eropa.
Satu-satunya trofi besar yang pernah ia menangkan adalah Piala Ukraina bersama Shakhtar Donetsk.