Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi ke zona merah pada level 7.535 setelah mengalami penurunan sebesar 58 poin atau 0,77 persen pada pembukaan perdagangan Selasa (21/4/2026) pukul 09.10 WIB. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana menghapus saham-saham kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya.
Data RTI menunjukkan indeks sempat dibuka pada posisi 7.560 sebelum bergerak turun melampaui level psikologis tersebut. Selama perdagangan pagi, IHSG mencatatkan rentang pergerakan antara level terendah 7.518 hingga mencapai posisi tertinggi di 7.568.
Nilai transaksi di bursa saham domestik tercatat menyentuh angka Rp 1,96 triliun dengan total 5,45 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 301.716 kali frekuensi transaksi. Dilansir dari Detik Finance, kondisi pasar menunjukkan sentimen negatif dengan 293 saham melemah, sementara 240 saham menguat dan 183 lainnya tidak bergerak.
Pelemahan ini menambah akumulasi tren negatif indeks yang merosot 1,77 persen dalam sepekan terakhir. Secara tahunan atau year-to-date (ytd), performa IHSG sepanjang tahun 2026 tercatat telah mengalami penurunan signifikan mencapai 12,80 persen, meski masih menguat 7,37 persen dalam kurun satu bulan terakhir.
Sentimen utama pasar saat ini berkaitan dengan keputusan MSCI yang memperpanjang proses rebalancing indeks saham Indonesia hingga Mei 2026. Lembaga riset internasional tersebut menyatakan sedang melakukan tinjauan mendalam terhadap dampak reformasi pasar modal lokal terhadap aksesibilitas para investor global.
"MSCI akan mengeluarkan saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC)," tulis pengumuman resmi MSCI terkait langkah penyaringan emiten tersebut. Kebijakan ini menyasar saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi pada pihak tertentu sehingga dianggap membatasi likuiditas pasar.