IHSG Menguat ke Level 7.500 di Tengah Aksi Beli Asing

IHSG ditutup menguat 0,56 persen ke posisi 7.500,19 pada Senin (13/4) didorong sektor energi dan aksi beli bersih investor asing senilai Rp626,14 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona positif dengan kenaikan sebesar 0,56 persen ke level 7.500,19 pada Senin (13/4/2026). Dilansir dari Detik Finance, penguatan indeks ini didorong oleh laju sektor energi dan optimisme pasar global.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp626,14 miliar di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, total nilai pembelian bersih oleh investor asing tercatat sebesar Rp396,77 miliar pada periode perdagangan yang sama.

Sektor energi memimpin penguatan mayoritas sektor di bursa dengan kenaikan sebesar 2,64 persen. Sebaliknya, sektor keuangan mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan 1,31 persen yang dipengaruhi pelemahan saham-saham perbankan besar.

Kenaikan indeks didorong oleh lonjakan signifikan saham BRPT sebesar 14,36 persen, TPIA sebesar 6,58 persen, dan BREN yang naik 4,74 persen. Namun, saham BBCA turun 1,87 persen dan BMRI terkoreksi 1,50 persen yang menahan laju penguatan lebih lanjut.

Kondisi pasar domestik juga dipengaruhi sentimen positif dari bursa Amerika Serikat yang kompak menguat, dengan Dow Jones naik 0,63 persen. Harapan akan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor pendorong utama optimisme investor global.

Di sisi korporasi, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,35 persen menjadi Rp76,60 triliun sepanjang tahun 2025. Laba bersih perusahaan turut terkerek 17,24 persen menjadi Rp1,32 triliun dengan kontribusi dominan dari penjualan gawai.

Sementara itu, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp330,36 miliar atau Rp45 per saham. Keputusan pembagian laba tahun buku 2025 ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 8 April lalu.

Jadwal cum dividen ARNA di pasar reguler ditetapkan pada 16 April 2026, dengan realisasi pembayaran kepada pemegang saham pada 28 April 2026. Perusahaan mengalokasikan sisa laba sebesar Rp70,11 miliar sebagai laba ditahan.

Recommended