Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan UI Half Marathon 2026 di Jakarta pada Rabu (20/5). Ajang lari tahunan ini mengusung tema sosial untuk menggalang dana beasiswa bagi mahasiswa Universitas Indonesia melalui konversi langkah peserta.
Pendaftaran peserta dan penjualan tiket early bird dengan kuota terbatas telah dibuka secara resmi melalui situs web penyelenggara, sebagaimana dilansir dari Bola. Panitia menargetkan partisipasi dari sekitar 7.000 pelari aktif, yang akan didukung oleh jaringan alumni Universitas Indonesia di berbagai negara serta komunitas lari Jabodetabek.
Sekjen ILUNI UI, Masyita Crystallin, menyatakan bahwa antusiasme peserta terhadap agenda tahunan ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
"UIHM menjadi event tahunan yang secara konsisten dihadiri oleh ribuan orang. Bahkan trennya terus meningkat. Kami berharap UIHM tidak hanya menjadi kompetisi olahraga saja, tapi juga sebuah momentum kolektif untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat," ujar Masyita.
Kegiatan ini juga dirancang sebagai platform kontribusi sosial yang nyata dan terukur dari para alumni untuk masyarakat.
"Selaras dengan tiga pilar utama ILUNI UI, Sambung, Setara, Solutif, kegiatan ini juga menjadi platform kontribusi sosial yang terukur, di mana seluruh rangkaian acaranya mencakup aksi nyata seperti pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Universitas Indonesia serta pelaksanaan program pelatihan informal," kata Masyita menambahkan.
Ketua Pelaksana UIHM 2026, Hersal Hermana Putra, menjelaskan bahwa pemilihan tema ajang kali ini berkaitan erat dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.
"UIHM 2026 diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Kebangkitan Nasional sebagai manifestasi modern dari napak tilas perjuangan dan ketangguhan mental yang diwariskan oleh sejarah besar bangsa kita, mulai dari semangat kebangkitan pemuda di selasar STOVIA pada tahun 1908, ikrar persatuan Sumpah Pemuda 1928, hingga Kemerdekaan 1945," beber Hersal.
Penyelenggara mengharapkan ajang ini mampu mendorong para peserta untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas.
"Melalui tema ini, kami mengajak setiap pelari untuk bergerak lebih jauh, melampaui batas fisik, demi menciptakan kebermanfaatan dan dampak sosial yang lebih luas bagi sesama," imbuh Hersal.
Perlombaan tahun ini menyediakan dua kategori, yaitu offline yang bertempat di kawasan Kampus UI Depok dan kategori virtual run. Lintasan lari di dalam kampus diklaim steril dari kendaraan bermotor untuk menjamin keamanan serta kenyamanan para pelari.